Berkembanganya pemikiran–pemikiran liberal belakangan ini sungguh meresahkan umat. Bagaimana tidak? Bangunan kokoh syari’at islam ini di gerogotinya satu persatu, bagaikan rayap yang menggerogoti kayu, tak segan segan satu demi satu syari’at Allah dihinakan dan diinjak–injak, ditempelkannya nama islam pada pemikiran–pemikirannya padahal sungguh sangat jauh sekali bahkan sudah menyimpang dan sungguh melecehkan dan menginjak-injak nilai islam itu sendiri, oleh karena itu penting kiranya kita mengetahui hukum tentang pemikiran pemikiran liberal dan para pelaku–pelakunya. Berikut ini fatwa fadhilatusy syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ketika ditanya tentang hal tersebut.
****
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullohi wa barakatuh
Apa pendapat anda tentang da’wah kepada pemikiran liberal di Negara Negara kaum muslimin? yaitu pemikiran yang mengajak kepada kebebasan yang tidak ada yang mengaturnya kecuali hanya dengan hukum-hukum buatan manusia, kemudian menyamakan kedudukan antara mukmin dan kafir dengan anggapan keberagaman, kemudian menjadikan setiap individu manusia mempunyai kebebasan yang tidak diikat dan tidak tunduk kepada syari’at seperti yang mereka anggap, kemudian melanggar sebagian hukum-hukum syari’at islam yang tidak sesuai dengan pemikiran mereka, seperti hukum hukum yang berkaitan tentang wanita, dan hubungan dengan orang kafir, tentang nahi mungkar, hukum hukum tentang jihad, dan lain sebagainya masih banyak lagi, yang penting hukum-hukum yang bertentangan dengan pemikiran pemikiran liberal mereka, apakah boleh bagi seorang muslim mengatakan, ”saya muslim liberal"? Dan apa nasehat anda untuknya dan yang semisal dengannya?
Jawaban:
Wa ‘alaikum salam wa rahmatullohi wa barakatuh, wa ba’du
Sesungguhnya seorang muslim itu adalah orang yang berserah diri sepenuhnya kepada Alloh dengan tauhid, yang dibuktikan dengan ketaatan, dan berlepas diri dari syirik dan yang semacamnya, maka bagi sesiapa yang menginkan kebebasan yang tidak diatur kecuali oleh hukum hukum buatan manusia, maka ini disebut dengan kedurhakaan dan kesombongan terhadap syari’at Allah subhanahu wa Ta’ala, berarti ia telah menghendaki hukum jahiliyah, dan hukum thogut, maka dia bukan seorang muslim, dan barang siapa yang mengingkari apa apa yang dia ketahui dari ilmu agama yang sebenarnya sudah ia ketahui, seperti perbedaan antara muslim dan kafir, dan menghendaki kebebasan yang tidak mau tunduk dibawah tatanan dan ikatan syari’at islam, dan mengingkari hukum hukum syar’I, seperti hukum-hukum yang berkenaan khusus tentang wanita, amar ma’ruf nahi munkar, dan tentang pensyariatan jihad fie sabilillah, maka orang yang seperti ini berarti telah melakukan sejumlah pembatal dari pembatal pembatal keislaman, kita memohon kepada Alloh kekuatan untuk tidak termasuk dalam golongan mereka. Dan orang yang berkata “saya adalah muslim liberal maka hakekatnya keislaman yang ia miliki telah batal, jikalau liberal yang dimaksudkan adalah seperti itu, maka bagi sang pelaku untuk segera bertaubat kepada Alloh subhanahu wa Ta’ala dari pemikiran pemikiran seperti itu, dan menjadi muslim yang sebenarnya.
Fadhilatusy syaikh: Shalih Bin Fauzan Al – fauzansource:shoutussalam.com
Dzikir adalah salah satu ibadah yang paling mudah di amalkan tetapi sering dilupakan,padahal dzikir memiliki keutamaan-keutamaan yang yang sangat besar.Allah Subhanahu wa ta’ala menyebut tentang perintah berdzikir berkali-kali dalam Al qur’an.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya :Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.(Al ahzab:41)
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ
Artinya : orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring…(Ali imron:191)
وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Artinya : laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(Al ahzab :35)
Dalam ayat-ayat tersebut Allah ta’ala memerintahkan untuk senantiasa berdzikir dalam keadaan apapun bahkan orang-orang yang berdzikir di janjikan oleh-Nya dengan pahala yang besar.
(عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((سبق المفردون)) قالوا: وما المفردون يا رسول الله؟ قال: ((الذاكرون لله كثيرا والذاكرات))(رواه مسلم
Artinya: “Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang menyendiri telah mendahului”. Para sahabat bertanya: “Siapakah orang yang menyendiri itu wahai Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab: “Laki-laki atau perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” (HR. Muslim).
(عن أبي موسى الأشعري عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((مثل الذى يذكر ربه والذى لا يذكره, مثل الحي والميت)) (رواه البخارى
Artinya: “Dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir, seperti orang yang hidup dengan orang yang sudah mati” (HR. Bukhari).
Masih banyak lagi hadist yang menerangkan tentang perintah dan keutamaan untuk berdzikir.
Keutamaan Dzikrullah
Imam Ibnu qoyyim al jauziyah rahimahullah dalam kitabnya “Al waabilu assoyyib mina-l-kalimi Attoyyib” menyebutkan banyak keutamaan dzikrullah yang bisa menumbuhkan semangat seorang muslim untuk senantiasa mengamalkannya,diantaranya sebagai berikut;
- Berdzikir dapat mengusir,mengekang,dan mengalahkan Syaitan.
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.(Al a’raf:201)
Dalam sebuah hadist yang panjang Allah ta’ala memerintahkan Zakariya bin Yahya lima kalimat untuk diajarkan dan diamalkan oleh Bani Israil,yaitu : Tauhid,Sholat,Shiyam,Shodaqoh,kemudian yang kelima “dan aku memerintahkanmu untuk berdzikir,hal itu di umpamakan seperti seorang lelaki yang menyerang musuh dengan cepat hingga dia mencapai benteng pertahanan musuh maka dia melindungi diri dari mereka.Begitu juga seorang hamba tidaklah melindungi dirinya kecuali dengan dzikrullah…” (Al musnad 4/202)
- Menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan di hati.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya :(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar ra’d:28)
Ibnu taimiyah rh berkata : Dzikir bagi hati adalah ibarat air bagi ikan,maka bagaimanakah keadaan ikan jika dipisahkan dari air.
- Membebaskan diri dari adzab Allah Subhanahu wa ta’ala.
عن معاذ بن جبل قال,قال رسول الله صل الله عليه وسلم:ماعمل ادمي عملا اًنجى له من عذاب الله من ذكر الله تعالى.
Artinya : “dari muadz bin jabal r.a berkata,Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah ta’aala selain dzikrullah.” (Al musnad 5/239)
- Memperbanyak dzikir menjauhkan diri dari kemunafikan.
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا.
Artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (An nisa’:142)
Ka’ab berkata : Barang siapa banyak berdzikir dia telah berlepas dari kemunafikan.
Suatu ketika Ali bin Abi Thalib r.a ditanya tentang khowarij apakah mereka termasuk orang-orang munafik ? beliau menjawab: Orang munafik tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit.
Salah satu tanda kemunafikan adalah jarang berdzikir.Oleh karena itu memperbanyak dzikir akan memjauhkan diri dari sifat kemunafikan.
- Dzikir adalah obat penyakit hati
Makhul bin Abdullah r.h berkata : Mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala adalah obat,sedangkan mengingat manusia adalah penyakit.
Berdzikir juga dapat menghilangkan kerasnya hati,karena di dalam hati manusia terdapat sesuatu yang keras yang tidak dapat dihilangkan kecuali dengan berrdzikir.suatu hari datang seseorang kepada Hasan Al basri dan berkata: “Wahai abu said aku keluhkan padamu tentang kerasnya hatiku”.abu said menjawab “hilangkanlah dengan berdzikir.”
Dzikir yang paling mulia
Dzikir yang paling mulia bagi seorang hamba adalah dengan membaca Al qur’an.Karena Al qur’an adalah kalamullah yang juga merupakan sebaik-baik perkataan di alam semesta.Al quran juga merupakan kitab yang paling utama yang di wahyukan kepada penutup para Rosul Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.Barang siapa yang berkata dengannya maka dia jujur,yang beramal dengannya baginya pahala,yang berhukum dengannya adil,yang menyeru untuk beramal dengannya dia menyeru ke jalan yang lurus “shiratal mustaqim”.
Ya Allah, bantulah kami untuk mengingatiMu, mensyukuriMu dan beribadat kepadaMu dengan baik.Wallahu a’lam.
Source;Shoutussalam.com
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya :Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.(Al ahzab:41)
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ
Artinya : orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring…(Ali imron:191)
وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Artinya : laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(Al ahzab :35)
Dalam ayat-ayat tersebut Allah ta’ala memerintahkan untuk senantiasa berdzikir dalam keadaan apapun bahkan orang-orang yang berdzikir di janjikan oleh-Nya dengan pahala yang besar.
(عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((سبق المفردون)) قالوا: وما المفردون يا رسول الله؟ قال: ((الذاكرون لله كثيرا والذاكرات))(رواه مسلم
Artinya: “Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang menyendiri telah mendahului”. Para sahabat bertanya: “Siapakah orang yang menyendiri itu wahai Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab: “Laki-laki atau perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” (HR. Muslim).
(عن أبي موسى الأشعري عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((مثل الذى يذكر ربه والذى لا يذكره, مثل الحي والميت)) (رواه البخارى
Artinya: “Dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir, seperti orang yang hidup dengan orang yang sudah mati” (HR. Bukhari).
Masih banyak lagi hadist yang menerangkan tentang perintah dan keutamaan untuk berdzikir.
Keutamaan Dzikrullah
Imam Ibnu qoyyim al jauziyah rahimahullah dalam kitabnya “Al waabilu assoyyib mina-l-kalimi Attoyyib” menyebutkan banyak keutamaan dzikrullah yang bisa menumbuhkan semangat seorang muslim untuk senantiasa mengamalkannya,diantaranya sebagai berikut;
- Berdzikir dapat mengusir,mengekang,dan mengalahkan Syaitan.
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.(Al a’raf:201)
Dalam sebuah hadist yang panjang Allah ta’ala memerintahkan Zakariya bin Yahya lima kalimat untuk diajarkan dan diamalkan oleh Bani Israil,yaitu : Tauhid,Sholat,Shiyam,Shodaqoh,kemudian yang kelima “dan aku memerintahkanmu untuk berdzikir,hal itu di umpamakan seperti seorang lelaki yang menyerang musuh dengan cepat hingga dia mencapai benteng pertahanan musuh maka dia melindungi diri dari mereka.Begitu juga seorang hamba tidaklah melindungi dirinya kecuali dengan dzikrullah…” (Al musnad 4/202)
- Menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan di hati.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya :(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar ra’d:28)
Ibnu taimiyah rh berkata : Dzikir bagi hati adalah ibarat air bagi ikan,maka bagaimanakah keadaan ikan jika dipisahkan dari air.
- Membebaskan diri dari adzab Allah Subhanahu wa ta’ala.
عن معاذ بن جبل قال,قال رسول الله صل الله عليه وسلم:ماعمل ادمي عملا اًنجى له من عذاب الله من ذكر الله تعالى.
Artinya : “dari muadz bin jabal r.a berkata,Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah ta’aala selain dzikrullah.” (Al musnad 5/239)
- Memperbanyak dzikir menjauhkan diri dari kemunafikan.
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا.
Artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (An nisa’:142)
Ka’ab berkata : Barang siapa banyak berdzikir dia telah berlepas dari kemunafikan.
Suatu ketika Ali bin Abi Thalib r.a ditanya tentang khowarij apakah mereka termasuk orang-orang munafik ? beliau menjawab: Orang munafik tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit.
Salah satu tanda kemunafikan adalah jarang berdzikir.Oleh karena itu memperbanyak dzikir akan memjauhkan diri dari sifat kemunafikan.
- Dzikir adalah obat penyakit hati
Makhul bin Abdullah r.h berkata : Mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala adalah obat,sedangkan mengingat manusia adalah penyakit.
Berdzikir juga dapat menghilangkan kerasnya hati,karena di dalam hati manusia terdapat sesuatu yang keras yang tidak dapat dihilangkan kecuali dengan berrdzikir.suatu hari datang seseorang kepada Hasan Al basri dan berkata: “Wahai abu said aku keluhkan padamu tentang kerasnya hatiku”.abu said menjawab “hilangkanlah dengan berdzikir.”
Dzikir yang paling mulia
Dzikir yang paling mulia bagi seorang hamba adalah dengan membaca Al qur’an.Karena Al qur’an adalah kalamullah yang juga merupakan sebaik-baik perkataan di alam semesta.Al quran juga merupakan kitab yang paling utama yang di wahyukan kepada penutup para Rosul Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.Barang siapa yang berkata dengannya maka dia jujur,yang beramal dengannya baginya pahala,yang berhukum dengannya adil,yang menyeru untuk beramal dengannya dia menyeru ke jalan yang lurus “shiratal mustaqim”.
Ya Allah, bantulah kami untuk mengingatiMu, mensyukuriMu dan beribadat kepadaMu dengan baik.Wallahu a’lam.
Source;Shoutussalam.com
Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudhu. Ia mengemukakan sebuah fakta yang sangat mengejutkan.
Bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menemukan hikmah dibalik wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar wudlu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.
Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.
Ulama Fikih juga menjelaskan hikmah wudlu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudlu, seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.
Ulama tasawuf menjelaskan hikmah wudlu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah yang dibasuh air wudlu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita. Banyak pancaindera tersimpul di bagian muka.
Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakan dan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Ke mana saja kaki ini gentayangan setiap hari?
Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam wudhu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan dosa.
Organ tubuh yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam QS al-Maidah [5]:6, adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadis riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.
Kalangan ulama melarang mengeringkan air wudlu dengan kain karena dalam redaksi hadis itu dikatakan bahwa proses pembersihan itu sampai tetesan terakhir dari air wudlu itu (ma’a akhir qathr al-ma’).
Wudlu dalam Islam masuk di dalam Bab al-Thaharah (penyucian rohani), seperti halnya tayammum, syarth, dan mandi junub. Tidak disebutkan Bab al-Nadhafah (pembersihan secara fisik). Rasulullah SAW selalu berusaha mempertahankan keabsahan wudlunya.
Yang paling penting dari wudlu ialah kekuatan simboliknya, yakni memberikan rasa percaya diri sebagai orang yang ‘bersih’ dan sewaktu-waktu dapat menjalankan ketaatannya kepada Tuhan, seperti mendirikan shalat, menyentuh atau membaca mushaf Alquran. Wudlu sendiri akan memproteksi diri untuk menghindari apa yang secara spiritual merusak citra wudlu. Dosa dan kemaksiatan berkontradiksi dengan wudlu.
Source:Shoutussalam.com
Bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menemukan hikmah dibalik wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar wudlu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.
Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.
Ulama Fikih juga menjelaskan hikmah wudlu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudlu, seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.
Ulama tasawuf menjelaskan hikmah wudlu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah yang dibasuh air wudlu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita. Banyak pancaindera tersimpul di bagian muka.
Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakan dan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Ke mana saja kaki ini gentayangan setiap hari?
Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam wudhu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan dosa.
Organ tubuh yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam QS al-Maidah [5]:6, adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadis riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.
Kalangan ulama melarang mengeringkan air wudlu dengan kain karena dalam redaksi hadis itu dikatakan bahwa proses pembersihan itu sampai tetesan terakhir dari air wudlu itu (ma’a akhir qathr al-ma’).
Wudlu dalam Islam masuk di dalam Bab al-Thaharah (penyucian rohani), seperti halnya tayammum, syarth, dan mandi junub. Tidak disebutkan Bab al-Nadhafah (pembersihan secara fisik). Rasulullah SAW selalu berusaha mempertahankan keabsahan wudlunya.
Yang paling penting dari wudlu ialah kekuatan simboliknya, yakni memberikan rasa percaya diri sebagai orang yang ‘bersih’ dan sewaktu-waktu dapat menjalankan ketaatannya kepada Tuhan, seperti mendirikan shalat, menyentuh atau membaca mushaf Alquran. Wudlu sendiri akan memproteksi diri untuk menghindari apa yang secara spiritual merusak citra wudlu. Dosa dan kemaksiatan berkontradiksi dengan wudlu.
Source:Shoutussalam.com
Marah adalah satu sifat di antara sifat-sifat yang Allah Subhanahu wa ta’ala anugerahkan kepada manusia. Marah juga merupakan suatu yang manusiawi, semua orang bisa saja marah di manapun dan dalam keadaan apapun. Ada orang yang marah ketika mendapat pelayanan kurang profesional di perkantoran, ada juga yang marah ketika terganggu ketenangannya, bahkan ada juga yang marah hanya karena permasalahan ringan dan sepele. Bagaimanapun marah adalah salah satu tabiat yang tidak bisa di hapuskan dari manusia.
Dalam sebuah hadist dikisahkan suatu hari datang seorang laki-laki meminta nasehat kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah menasehatinya dengan berkata “janganlah kamu marah!”. Nasehat ini beliau ulangi hingga berkali-kali kepada lelaki tersebut.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم أوصني ، قال : لا تغضب فردد مرارا قال : لا تغضب (رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW; “Berilah aku wasiat?” beliau bersabda: “Janganlah kamu marah.” Laki-laki itu mengulangi kata-katanya, beliau tetap bersabda: “Janganlah kamu marah.” (HR. Bukhari)
Seperti yang telah di ketahui bahwa marah adalah sifat yang tidak bisa dihilangkan dari manusia. Akan tetapi tidaklah ada penyakit melainkan akan ada obatnya, tidak pula ada racun kecuali ada penawarnya. Maka Islam mengajarkan beberapa hal yang seharusnya di lakukan oleh seorang muslim ketika kemarahan menguasai dirinya.
1. (1) Meminta perlindungan kepada Allah dari gangguan setan.
Pada saat marah setan akan membangkitkan seluruh amarah di dalam hati manusia, sehingga tanpa sadar seseorang mengucapkan perkataan-perkataan kotor yang tidak pantas untuk diucapkan. Dalam kondisi lain seseorang yang sedang dalam keadaan marah juga bisa saling membunuh satu sama lain.
وقال صلى الله عليه وسلم : إذا غضب الرجل فقال أعوذ بالله ، سكن غضبه -صحيح الجامع الصغير:695
Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jika seseorang yang marah mengucapkan; 'A'uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya."
2. (2) Berwudhu.
قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: إنَّ الغضبَ من الشيطان، وإنَّ الشيطان خُلِقَ من النارِ، وإنما تُطْفَأُ النارُ بالماء، فإذا غَضِبَ أحدُكم، فَلْيَتَوَضأْ -رواه أبو داود
Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda,”sesungguhnya marah itu dari setan,dan setan itu diciptakan dari api,sedangkan api dimatikan dengan air,maka apabila salah seorang dari kalian marah,berwudhulah.”(HR.Abu Dawud)
3. (3) Orang yang marah hendaknya diam.
Mayoritas orang akan mengungkapkan kemarahan dengan lisan, pada saat inilah dimungkinkan seorang akan mengucapkan kata-kata kufur, istihza, dan talaq. Na’udzubillah
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا غضب أحدكم فليسكت (رواه الإمام أحمد)
Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda,”jika seseorang diantara kalian marah,maka hendaknya dia diam.”(HR.Imam Ahmad)
4. (4) Mengingat pahala yang besar bagi siapa yang bisa menahan amarah.
من كظم غيظاً وهو قادر على أن ينفذه ، دعاه الله عز وجل على رؤوس الخلائق يوم القيامة حتى يخيره من الحور العين ماشاء رواه أبو داود 4777 وغيره
"Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari yang ia kehendaki."(HR.Abu Dawud)
وعن أبي الدرداء رضي الله عنه قال قال رجل لرسول الله صلى الله عليه وسلم دلني على عمل يدخلني الجنة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا تغضب ولك الجنة - رواه الطبراني
Dari Abu darda’ ra berkata, bertanya seorang lelaki kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam;tunjukkan padaku amalan yang menjadikan aku masuk surga ,bersabda Rasulullah;Janganlah kamu marah maka bagimu surga.(HR.Attabrani)
5. (5) Memahami bahwa menahan marah adalah salah satu ciri orang bertaqwa.
…والكاظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين....
" … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS Ali Imran:134)
Di ayat sebelumnya Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bersegera meminta ampunan dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, surga itu disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa. Kemudian ciri-ciri orang bertaqwa itu di sebutkan oleh Allah di ayat tersebut.
Inilah beberapa hal yang seharusnya di lakukan oleh seorang muslim ketika amarah menguasai dirinya.
Kapankah marah itu dianjurkan ?
Tidak semua api itu berbahaya dan tidak semua air itu menghanyutkan. Begitu juga tidak semua marah itu dilarang dan harus diredam, karena ada saatnya marah itu dianjurkan bahkan bisa jadi marah itu adalah sebuah keharusan.
kemarahan inilah yang dinamakan dengan marah karena Allah, marah ketika perintah-Nya dilanggar,marah ketika syari’at-Nya dipermainkan, marah ketika saudara seiman dibantai sebagai tumbal kekuasaan. Dalam keadaan inilah seseorang yang tidak menampakan kemarahannya dapat dikategorikan dalam keadaan lemah iman.
Marahlah seperti ini telah di contohkan oleh Nabi Musa alaihissalam ketika mendapati kaumnya membuat patung sapi untuk dijadikan sesembahan selain Allah.
وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَى إِلَى قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفاً قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِي أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِ قَالَ ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ وَلا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia: "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu? Dan Musapun melemparkan luh-luh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya, Harun berkata: "Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim" (al-A'raf: 150)
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kekuatan kepada kaum muslimin untuk dapat mengerjakan segala kebaikan dan meninggalkan semua kemungkaran. Wallahu ta’ala a’lam.
Dalam sebuah hadist dikisahkan suatu hari datang seorang laki-laki meminta nasehat kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah menasehatinya dengan berkata “janganlah kamu marah!”. Nasehat ini beliau ulangi hingga berkali-kali kepada lelaki tersebut.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم أوصني ، قال : لا تغضب فردد مرارا قال : لا تغضب (رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW; “Berilah aku wasiat?” beliau bersabda: “Janganlah kamu marah.” Laki-laki itu mengulangi kata-katanya, beliau tetap bersabda: “Janganlah kamu marah.” (HR. Bukhari)
Seperti yang telah di ketahui bahwa marah adalah sifat yang tidak bisa dihilangkan dari manusia. Akan tetapi tidaklah ada penyakit melainkan akan ada obatnya, tidak pula ada racun kecuali ada penawarnya. Maka Islam mengajarkan beberapa hal yang seharusnya di lakukan oleh seorang muslim ketika kemarahan menguasai dirinya.
1. (1) Meminta perlindungan kepada Allah dari gangguan setan.
Pada saat marah setan akan membangkitkan seluruh amarah di dalam hati manusia, sehingga tanpa sadar seseorang mengucapkan perkataan-perkataan kotor yang tidak pantas untuk diucapkan. Dalam kondisi lain seseorang yang sedang dalam keadaan marah juga bisa saling membunuh satu sama lain.
وقال صلى الله عليه وسلم : إذا غضب الرجل فقال أعوذ بالله ، سكن غضبه -صحيح الجامع الصغير:695
Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jika seseorang yang marah mengucapkan; 'A'uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya."
2. (2) Berwudhu.
قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: إنَّ الغضبَ من الشيطان، وإنَّ الشيطان خُلِقَ من النارِ، وإنما تُطْفَأُ النارُ بالماء، فإذا غَضِبَ أحدُكم، فَلْيَتَوَضأْ -رواه أبو داود
Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda,”sesungguhnya marah itu dari setan,dan setan itu diciptakan dari api,sedangkan api dimatikan dengan air,maka apabila salah seorang dari kalian marah,berwudhulah.”(HR.Abu Dawud)
3. (3) Orang yang marah hendaknya diam.
Mayoritas orang akan mengungkapkan kemarahan dengan lisan, pada saat inilah dimungkinkan seorang akan mengucapkan kata-kata kufur, istihza, dan talaq. Na’udzubillah
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا غضب أحدكم فليسكت (رواه الإمام أحمد)
Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda,”jika seseorang diantara kalian marah,maka hendaknya dia diam.”(HR.Imam Ahmad)
4. (4) Mengingat pahala yang besar bagi siapa yang bisa menahan amarah.
من كظم غيظاً وهو قادر على أن ينفذه ، دعاه الله عز وجل على رؤوس الخلائق يوم القيامة حتى يخيره من الحور العين ماشاء رواه أبو داود 4777 وغيره
"Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari yang ia kehendaki."(HR.Abu Dawud)
وعن أبي الدرداء رضي الله عنه قال قال رجل لرسول الله صلى الله عليه وسلم دلني على عمل يدخلني الجنة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا تغضب ولك الجنة - رواه الطبراني
Dari Abu darda’ ra berkata, bertanya seorang lelaki kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam;tunjukkan padaku amalan yang menjadikan aku masuk surga ,bersabda Rasulullah;Janganlah kamu marah maka bagimu surga.(HR.Attabrani)
5. (5) Memahami bahwa menahan marah adalah salah satu ciri orang bertaqwa.
…والكاظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين....
" … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS Ali Imran:134)
Di ayat sebelumnya Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bersegera meminta ampunan dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, surga itu disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa. Kemudian ciri-ciri orang bertaqwa itu di sebutkan oleh Allah di ayat tersebut.
Inilah beberapa hal yang seharusnya di lakukan oleh seorang muslim ketika amarah menguasai dirinya.
Kapankah marah itu dianjurkan ?
Tidak semua api itu berbahaya dan tidak semua air itu menghanyutkan. Begitu juga tidak semua marah itu dilarang dan harus diredam, karena ada saatnya marah itu dianjurkan bahkan bisa jadi marah itu adalah sebuah keharusan.
kemarahan inilah yang dinamakan dengan marah karena Allah, marah ketika perintah-Nya dilanggar,marah ketika syari’at-Nya dipermainkan, marah ketika saudara seiman dibantai sebagai tumbal kekuasaan. Dalam keadaan inilah seseorang yang tidak menampakan kemarahannya dapat dikategorikan dalam keadaan lemah iman.
Marahlah seperti ini telah di contohkan oleh Nabi Musa alaihissalam ketika mendapati kaumnya membuat patung sapi untuk dijadikan sesembahan selain Allah.
وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَى إِلَى قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفاً قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِي أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِ قَالَ ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ وَلا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia: "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu? Dan Musapun melemparkan luh-luh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya, Harun berkata: "Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim" (al-A'raf: 150)
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kekuatan kepada kaum muslimin untuk dapat mengerjakan segala kebaikan dan meninggalkan semua kemungkaran. Wallahu ta’ala a’lam.
Suriah kini menjadi salah satu lagi negeri muslimin yang terluka. Negeri yang dahulu termasuk dalam wilayah Syam sebelum dipisahkan menjadi beberapa negara. Negeri yang dahulu pernah merasakan manisnya hidup dibawah naungan syari’at islam. Negeri yang tidak bisa dilupakan semua kisah dan sejarahnya.
Belum berakhir luka kaum muslimin Afghanistan, Kashmir, Cechnya, Palestina, dan semua negeri muslim lainnya. Kini Suriah yang menderita. Anak-anak tak berdosa,para wanita,dan juga orang tua semua menjadi korban kebengisan penguasanya. Ribuan nyawa telah hilang,darah merah segar menjadi pemandangan harian yang tak terhindarkan. Jumlah ini masih akan terus bertambah seiring bertambahnya kekejaman para serdadu suriah. Kapankah semua luka ini akan berakhir?
Hampir satu tahun muslimin suriah berjuang untuk meruntuhkan singgasana Bashar Al-Assad, si penguasa diktator negeri ini dengan berbagai demonstrasi di hampir seluruh penjuru suriah. Perjuangan muslimin suriah yang dikenal dengan Revolusi suriah ini begitu menyita perhatian dunia. Pasalnya rezim Alawite Bashar Assad diktator negeri ini tetap bersikeras mempertahankan kekuasaannya walau berbagai tekanan terus menerus ditujukan padanya. Bahkan tanpa rasa kemanusiaan, serdadu-serdadunya menghabisi para demonstran dengan segala persenjataan mereka.
Rakyat Suriah adalah muslimin yang sedang mendapatkan kedholiman. Dan bukankah perumpamaan seorang Muslim dengan muslim yang lain itu di ibaratkan satu tubuh yang apabila satu bagian dari tubuh itu merasakan sakit maka bagian tubuh yang lain juga akan merasakannya.
عن النعمان بن بشير رضي الله عنه قال{قال رسول الله صلى الله عليه و سلم(مثل المؤمنين في توادهم و تراحمهم و تعاطفهم مثل الجسد؛ إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسّهر والحمّىّّ)-رواه مسلم
Dari Nu’man bin basyir ra berkata; Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Perumpamaan seorang Muslim dengan Muslim lainnya dalam hal cinta kasih dan saling menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila (ada) salah satu bagian tubuhnya menderita (sakit), maka (akan dirasakan) oleh seluruh bagian tubuh lainnya dengan panas dan demam. (HR.Muslim)
Dahulu Al-Mu’tashim yang mengirim ribuan pasukan untuk berperang demi menolong seorang wanita yang diganggu kehormatannya, lalu apakah yang sudah kita lakukan kepada saudara muslim kita?
Terlepas dari semua pemikiran konspirasi yang ada tentang masalah Suriah, bukankah yang terbunuh dari mereka adalah kaum muslimin?
Masihkah kita akan menggantungkan nasib saudara seiman kita kepada PBB dan Liga Arab ?
Masihkah kita hanya bersikap masa bodoh tanpa menghiraukan nasib saudara-saudara seiman kita?
Atau memang kita berpikir bahwa diri kita bukanlah bagian dari tubuh saudara-saudara muslim di Suriah sana?
Sungguh menakjubkan perkataan seseorang “Jikalau negara-negara di dunia ini mengadukan permasalahan Suriah kepada PBB dan Liga Arab, maka kami mempunyai Allah Subhanahu wa ta’ala untuk mengadukan permasalahan saudara kami.”
Hanya kepada Allah kita menyembah, hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan, hanya Do’a yang sementara ini bisa kita lakukan.
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menyatukan barisan kaum muslimin di Suriah, menolong para pejuang mereka, meneguhkan hati mereka, mempermudah segala urusan mereka, memberikan kesabaran pada mereka dan seluruh kaum muslimin di penjuru dunia.
Source:Shoutussalam.com
Belum berakhir luka kaum muslimin Afghanistan, Kashmir, Cechnya, Palestina, dan semua negeri muslim lainnya. Kini Suriah yang menderita. Anak-anak tak berdosa,para wanita,dan juga orang tua semua menjadi korban kebengisan penguasanya. Ribuan nyawa telah hilang,darah merah segar menjadi pemandangan harian yang tak terhindarkan. Jumlah ini masih akan terus bertambah seiring bertambahnya kekejaman para serdadu suriah. Kapankah semua luka ini akan berakhir?
Hampir satu tahun muslimin suriah berjuang untuk meruntuhkan singgasana Bashar Al-Assad, si penguasa diktator negeri ini dengan berbagai demonstrasi di hampir seluruh penjuru suriah. Perjuangan muslimin suriah yang dikenal dengan Revolusi suriah ini begitu menyita perhatian dunia. Pasalnya rezim Alawite Bashar Assad diktator negeri ini tetap bersikeras mempertahankan kekuasaannya walau berbagai tekanan terus menerus ditujukan padanya. Bahkan tanpa rasa kemanusiaan, serdadu-serdadunya menghabisi para demonstran dengan segala persenjataan mereka.
Rakyat Suriah adalah muslimin yang sedang mendapatkan kedholiman. Dan bukankah perumpamaan seorang Muslim dengan muslim yang lain itu di ibaratkan satu tubuh yang apabila satu bagian dari tubuh itu merasakan sakit maka bagian tubuh yang lain juga akan merasakannya.
عن النعمان بن بشير رضي الله عنه قال{قال رسول الله صلى الله عليه و سلم(مثل المؤمنين في توادهم و تراحمهم و تعاطفهم مثل الجسد؛ إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسّهر والحمّىّّ)-رواه مسلم
Dari Nu’man bin basyir ra berkata; Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Perumpamaan seorang Muslim dengan Muslim lainnya dalam hal cinta kasih dan saling menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila (ada) salah satu bagian tubuhnya menderita (sakit), maka (akan dirasakan) oleh seluruh bagian tubuh lainnya dengan panas dan demam. (HR.Muslim)
Dahulu Al-Mu’tashim yang mengirim ribuan pasukan untuk berperang demi menolong seorang wanita yang diganggu kehormatannya, lalu apakah yang sudah kita lakukan kepada saudara muslim kita?
Terlepas dari semua pemikiran konspirasi yang ada tentang masalah Suriah, bukankah yang terbunuh dari mereka adalah kaum muslimin?
Masihkah kita akan menggantungkan nasib saudara seiman kita kepada PBB dan Liga Arab ?
Masihkah kita hanya bersikap masa bodoh tanpa menghiraukan nasib saudara-saudara seiman kita?
Atau memang kita berpikir bahwa diri kita bukanlah bagian dari tubuh saudara-saudara muslim di Suriah sana?
Sungguh menakjubkan perkataan seseorang “Jikalau negara-negara di dunia ini mengadukan permasalahan Suriah kepada PBB dan Liga Arab, maka kami mempunyai Allah Subhanahu wa ta’ala untuk mengadukan permasalahan saudara kami.”
Hanya kepada Allah kita menyembah, hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan, hanya Do’a yang sementara ini bisa kita lakukan.
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menyatukan barisan kaum muslimin di Suriah, menolong para pejuang mereka, meneguhkan hati mereka, mempermudah segala urusan mereka, memberikan kesabaran pada mereka dan seluruh kaum muslimin di penjuru dunia.
Source:Shoutussalam.com
Langganan:
Postingan (Atom)


- Follow Me on Twitter!
- "Add me on Facebook!
- RSS
Contact