Minggu, 09 Juni 2013 0 Komentar

Gelap Gemerlap Terang Senyap

Saat gelap menyapa
Tiada rasa tanpa daya
Jeritan maya tinggalkan gema
Hiasi keheningan suasana

Pandangan menjelma hitam
Gambaran sebuah negeri suram
Memikul masa lalu kelam
Hilang... dan tenggelam
Malam tetaplah malam

Membayang dunia tanpa malam
Panas tiada rembulan
Membayang dunia tanpa siang
Gelap tanpa mentari
Keduanya dicipta berpasangan
Mencerainya berarti kehancuran
0 Komentar

A Long Way to Be There

Cita yang tinggi membutuhkan proses dan pengorbanan, Jika saja semua cita terjadi instan bagai sebungkus mie rebus. Seorang pedagang sukses tidak akan rela bangun di pagi buta hanya karena niaganya. Seorang Ulama’ tidak perlu bersusah payah mengorbankan waktu untuk menghafal berbagai matan kitab dari yang berparagraf hingga yang berbait rapi...

Jika saja semua cita terjadi instan . Atlet profesional akan lebih senang bersantai dari pada membanting tubuh dengan bermacam porsi latihan yang menyiksa. Semuanya membutuhkan proses dan pengorbanan. Lalu bagaimana jika mati paling mulia yang dicita ???

Sepertinya jalan masih begitu panjang...

Lisan masih saja mudah dan ringan mengiris perasaan teman, sahabat, dan sanak saudara. Dengki selalu menggantung di hati memandang kesuksesan tetangga. Itsar yang dianjurkan hanya sebatas pengetahuan belaka tanpa amalan nyata. Fitnah wanita dunia yang tak jua mereda. Hari berlalu tanpa guna bagi diri dan manusia. Hanya menambah dosa dan murka sang pencipta.
0 Komentar

lifeshow is Over

Sore itu indah dengan angin sepoi bertiup, matahari mulai malu tampakkan terik. tampak dua "pemburu kecil" dengan baju lusuh bersusah payah memikul dahan pohon kering dengan panjang yang mungkin empat kali lipat panjang tubuh mereka, tapi sepetinya lebih panjang. ku taksir umur mereka tidak lebih dari 6 tahun. sesekali menoleh sekitar memantau keadaan, kadang jatuhkan dahan dan membuang muka seakan tak mengakui dahan yang mereka jatuhkan. ya,,, karena ini bukan dahan mereka.

Dari arah lain, dua satpam tua berjalan pulang setelah sehari penuh memeras keringat diterik matahari yang tak ramah. terlihat sesekali bercanda melepas lelah dan penat, terkadang juga tampak acuh dengan keadaan sekitar. jubah kebesaran mereka yang mulai lusuh, seakan menunjukan berbagai macam rasa manis asam tugas yang telah dirasakan, dengan kata sandi "amankan lingkungan."
Selasa, 13 November 2012 0 Komentar

Persiapkan Bekal terbaik



Setiap orang yang akan bepergian tentunya akan mempersiapkan segala persiapan dengan sebaik-baiknya.Ia tidak ingin ada sesuatu yang dibutuhkan terlupakan dalam perjalanan.Misalkan saja sebuah keluarga yang akan mengadakan perjalanan pulang ke kampung halaman,sudah pasti keluarga itu akan mempersiapkan segala hal mulai dari pakaian yang akan dikenakan,transportasi yang akan digunakan,komsumsi,dan tentunya biaya yang dikeluarkan selama perjalanan hingga sampai ke tempat tujuan.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: أخَذَ رَسُوْلُ اللهِ ص بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ: كُنْ فِيْ الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ, أوْعَا بِرُ سَبِيْلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ: اِذَا أمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ, وَاِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَا ءَوَحُدْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ, وَمِنْ حَيَا تِكَ لِمَوْتِكَ

Ibnu Umar ra. Berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Memegang pundakku dan bersabda, "Didunia ini, jadilah kamu seperti orang asing atau seorang pengembara.." Ibnu Umar ra berkata, 'Jika kamu di sore hari, jangan menunggu pagi hari; dan jika kamu di pagi hari, jangan menunggu sore hari. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum kamu sakit, dan waktu hidupmu sebelum kamu mati." (H.R. Bukhari)

Kamis, 08 November 2012 0 Komentar

Mati Suri

Terjaga tidur di tengah malam, ku memandangmu...
Mati...
Menjelang fajar melepas mimpi, ku memandangmu...
Mati...
Waktu sarapan tiba kembali ku memandangmu...
Mati...
Sembari persiapkan kuliah ku juga memandangmu...
Mati...
Kamis, 01 November 2012 0 Komentar

Merindukan Tegaknya Keadilan

Sudahkah keadilan tegak di negeri nusantara ini. inilah pertanyaan tak terjawab yang mungkin banyak ditanyakan oleh seluruh penduduk di negeri kepulauan ini. Pertanyaan ini tak terjawab bukan karena tidak ada yang menjawab, tak terjawab bukan pula karena tidak ada jawaban untuk menjawabnya, tetapi pertanyaan ini tak terjawab karena tertutup oleh jawaban lain yang mengalihkannya.

Keadilan sosial yang konon dalam asas negara dijanjikan bagi seluruh rakyat negeri ini seakan hanyalah sebuah coretan pinggir jalan yang diabaikan sendiri oleh penulisnya.Keadilan yang banyak diucapkan dalam janji-janji manis pemilihan umum dalam kenyataannya tidak lebih hanya seperti tawaran seorang pembohong yang berdagang dan sedang mempromosikan kehebatan barang dagangannya.

Ketika anak-anak kecil yang seharusnya berhak mengenyam pendidikan sebagai kebutuhan harus berjemur di perempatan lampu lalu lintas mengharap beberapa keping koin untuk membeli sesuap nasi. Ketika mereka berebut dengan sesama mereka seakan mengadakan perlombaan untuk berebut botol-botol bekas air mineral tak bertuan di lintasan kereta, yang setiap saat siap menyambar nyawa mereka. Akan tetapi, di tempat lain para penguasa negeri yang telah bergelimang harta tak mau kalah dengan berlomba untuk lebih memakmurkan diri mereka sendiri. Seperti inikah arti sebuah keadilan ?
Selasa, 30 Oktober 2012 0 Komentar

Muhasabah

Cita yang tinggi membutuhkan proses dan pengorbanan, Jika saja semua cita terjadi instan bagai sebungkus mie rebus. Seorang pedagang sukses tidak akan rela bangun di pagi buta hanya karena niaganya. Seorang Ulama’ tidak perlu bersusah payah mengorbankan waktu untuk menghafal berbagai matan kitab dari yang berparagraf hingga yang berbait rapi...

Jika saja semua cita terjadi instan . Atlet profesional akan lebih senang bersantai dari pada menyiksa tubuh dengan berbagai porsi latihan yang menyiksa. Semuanya membutuhkan proses dan pengorbanan. Lalu bagaimana jika mati paling mulia yang dicita ???

Sepertinya jalan masih begitu panjang...

Lisan masih saja mudah dan ringan mengiris perasaan teman, sahabat, dan sanak saudara. Dengki selalu menggantung di hati memandang kesuksesan tetangga. Itsar yang dianjurkan hanya sebatas pengetahuan belaka tanpa amalan nyata. Fitnah wanita dunia yang tak jua mereda. Hari menjadi berlalu tanpa guna bagi diri dan manusia. Hanya menambah dosa dan murka sang pencipta.
Rabu, 26 September 2012 0 Komentar

Cerita Taman Bunga Mawar & Melati


Beberapa pekan lalu masih dalam suasana bulan ramadhan, waktu sedang kumpul-kumpul di kamar, seorang teman tiba-tiba bercerita tentang kejadian unik (menurut saya) yang terjadi di “taman bunga mawar n melati” begitu nama tempat itu klo di translate ke bahasa ibu kita. Taman ini terletak tidak jauh dari pusat kota atau malah masih di pusat kota ini. Saya sendiri belum pernah masuk walau hanya sekedar untuk memastikan apakah taman ini sesuai dengan namanya (belum ada yang diajak bareng kali yak J ), meskipun saya sudah berkali-kali melewatinya.

Cerita bermula ketika kawan saya ini sedang ngabuburit (bahasa orang sekarang gitu) di taman itu. Dan menurut pengamatan saya orang sini itu suka jalan-jalan klo sore. Nah, waktu itu kawan saya melihat seorang laki-laki sedang asyik menggoda perempuan (di kota ini masih merupakan hal yang tabu seorang laki-laki menggoda perempuan terang-terangan, walaupun budaya barat sudah sedikit-sedikit masuk ke sini). Si laki-laki kurang ajar ini bahkan sampai mengeluarkan Mobilenya untuk jeprat-jepret perempuan tadi, lalu bagaimana reaksi si perempuan ??? kata kawan saya, si perempuan sih dingin aja sambil sesekali menekan-nekan tombol mobilenya.
0 Komentar

Kenapa Seorang Muslim Harus Bersabar ?


Kehidupan seseorang di dunia ini tidak selalu sesuai dengan apa yang direncanakan. Terkadang manusia merencanakan sebuah rencana, dan yang terjadi adalah hal lain yang mungkin tidak sesuai dengan keinginannya. Sebagaimana ketika seorang pelajar yang telah selesai menyelesaikan bangku Sekolah Menengah Atas kemudian ingin melanjutkan studi ke sebuah kampus terkenal. Namun ternyata, Allah belum menghendaki keinginannya.

Banyak lagi kita temukan berbagai macam contoh dalam kehidupan manusia yang menunjukan bahwa kehidupan ini tidak selalu sesuai dengan keinginan. Maka disaat seperti inilah seorang Muslim dituntut untuk bisa bersabar. Sabar yang diartikan dengan menahan nafsu untuk melakukan sesuatu atau meninggalkannya hanya untuk mengharap ridho Allah Subhanahu wa ta’ala semata. Allah ta’ala Berfirman :

“ Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu...” (Qs. Ali Imran: 200)

“Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda :
Rabu, 08 Agustus 2012 0 Komentar

Jebolan Ngruki, dari Preman sampai Bos Minyak

Setiap kali isu terorisme mencuat, nama Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah selalu dikait-kaitkan, baik pengasuhnya Ustadz Abu Bakar Ba’asyir maupun alumni pondok ini. Namun, siapa sangka alumni ponpes tersebut justru ada yang menjadi preman dan belajar jauh ke Amerika.

Dewan Syuro Ikatan Keluarga Alumni PP Islam Al Mukmin Ngruki (IKAPPIM), Muhamad Ali Usman, mengatakan selama ini Ngruki seolah-olah sangat identik dengan terorisme. Setiap kali ada isu terorisme, Ngruki selalu disangkutpautkan. “Padahal lulusan Ngruki itu yang jadi polisi banyak, tentara juga banyak,” kata dia kepada VIVAnews di Solo, Senin 9 Agustus 2010.
Minggu, 05 Agustus 2012 0 Komentar

Who kicked the cat ?

Before you answer this question, read the story in full.

A person used to work as a secretary for a very ill-mannered manager who did not have a single skill of dealing with people. This manager used to accumulate his workload and take upon his shoulders burdens he could not bear. One day, he called his secretary, so he entered and stood in front of him.

The secretary said, “Yes. How may I help, sir?”

He said, “I called your phone but you never answered!”

The secretary replied, “That was because I was in the other room. I am sorry, sir!”

He replied, “You are always saying sorry! Take these papers and give them to the head of the repair department, and return quickly!”

The secretary, being annoyed, went to the office of the repair department’s head and threw the papers on his desk and said, “Do not take long with these papers!”

The man became irritated at the secretary’s behaviour and said, “OK, but please, place them on the table appropriately!”

The secretary replied, “Appropriately or inappropriately, it does not matter! What is important is that you finish with the papers quickly!”

They argued and insulted each other until voices were raised, after which the secretary went back to his office.After a couple of hours, one of the minor workers in the repair department went to his Head and said, “I will now go to collect my children from school and return shortly.”
Sabtu, 04 Agustus 2012 2 Komentar

Tanpa titik

Puluhan orang berlalu-lalang memenuhi ruangan ini, sebuah ruang menempel di langitnya beberapa kipas angin ukuran besar, berputar dengan suara yang cukup kencang didengar di tengah keriuhan tempat ini, orang-orang berkelompok dan berbincang entah membicarakan apa, tapi yang pasti suara mereka bagaikan kumpulan lalat terbang jika didengar dari kejauhan, 

hawa pengap sedikit panas dapat dirasakan dari pojok ruangan ini, satu orang dengan keringat membasahi dahi terlihat kuat sedikit memaksa untuk mengaduk sebuah adonan putih besar, satu orang lain dengan baju yang sulit untuk digambarkan memalui tulisan cepat membagi adonan itu menjadi adonan kecil ukuran kepalan tangan dewasa, satu orang lagi membentuk adonan tadi menipis sebesar piring kemudian memasukkan ke sebuah alat panas berbentuk cekungan dan menempelkan ke dindingnya, tidak lama adonan panas itu dia ambil dengan dua besi panjang dengan pengaitnya yang terlihat cukup tajam jika hanya sekedar menusuk daging manusia, 

tidak begitu tertarik dengan adonan ini, berpaling ke satu orang yang lain, dia sudah terlalu tua untuk bekerja keras seperti ini, membentuk adonan tadi menipis dan melempar ke sebuah lempengan besi panas, membuat beberapa formasi adonan, memutar-mutar, membolak-balik dan melempar percikan minyak hingga terlihat asap putih tanda kegosongan, menjepit dengan sebuah lempengan besi yang terlihat berkarat, melemparnya ke sebuah tempat berbentuk lingkaran dengan landasan koran yang sudah sedikit usang, beberapa orang terlihat beradu cepat menggapai adonan tadi, tidak jarang keluar cacian dari mereka yang menderita kekalahan, sedikit senang karena ditakdirkan untuk menang, 

suara bising orang-orang masih terdengar begitu kencang, seakan menunjukan mereka enggan untuk pulang, beberapa bulan yang lalu sebelum datang bulan agung nan suci, masih di tempat ini, adalah biasa melihat orang meminum air dari teko besi itu dengan gelas bening yang tersedia di meja, tapi ada yang aneh hari itu, dia merasa gelas itu tak sebersih yang dikira, dengan memaksa tampil gagah melangkah keluar menuju tempat tangan manusia dibasuh dan dibersihkan, masih terus memperhatikannya, dia mencuci dengan begitu detail setiap bagian dari gelas itu, sedikit memberikan rasa kagum dan takjub padanya, kemudian terlihat dia isi gelas tadi penuh dengan air pancuran tadi, memasukan beberapa teguk air, berkumur dan membersihkan mulutnya mungkin, tapi ada satu keganjalan terjadi, kemana perginya air yang ia masukan untuk berkumur tadi, dia penuhi lagi gelas bening itu masih dengan pancuran yang mungkin dia anggap suci, seperti seolah berkumur tapi entah kemana air itu tidak kembali, hilang sudah nafsu santap makan pagi,,,

By : ibnu abiihi
Rabu, 01 Agustus 2012 0 Komentar

Surat Ustadz Abu Bakar Ba'asyir untuk presiden Myanmar




Source : voa-islam.com
0 Komentar

Menjawab Adzan dan berdo’a setelahnya

Disunnahkan bagi seorang yang mendengar adzan untuk menjawabnya, yaitu dengan cara mengucapkan kalimat seperti yang diucapkan oleh muadzin. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa sallam.

“Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin." Sunan at-Tirmidzi  (I/134 no. 208)

Disunnahkan juga untuk mengucapkan kalimat ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah’ ketika menjawab kalimat Hayya 'alash shalaah dan Hayya 'alal falaah.

Dari Umar bin al-Khatab Radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda “Jika muadzin mengucapkan ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka hendaklah salah seorang di antara kalian mengucapkan ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Maka ia mengucapkan ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Hayya 'alash shalaah.’ Maka ia mengucapkan ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Hayya 'alal falaah.’ Maka ia mengucapkan ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka ia mengucapkan ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’ dengan hati yang tulus, maka dia akan masuk Surga." Riwayat muslim (1/288)
Jumat, 27 Juli 2012 0 Komentar

Mereka bertanya tentang Usamah, wahai orang Amerika...

Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, seorang Ulama dan Mujahid yang telah menorehkan tinta emas yang sangat indah di kitab sejarah kaum Muslimin. Sosoknya yang kharismatik dapat membuat musuhnya sekalipun menyukainya. Seorang wartawan Barat yang pernah memiliki kesempatan berbicara langsung dengan Syaikh Usamah mengatakan bahwa "bicaranya pelan, tidak marah-marah, tetapi menakutkan."

Banyak orang Barat, terutama Amerika, yang sangat benci terhadap Syaikh Usamah akibat dari propaganda busuk yang disebarkan musuh untuk mendiskreditkan Syaikh Usamah. Ironisnya, banyak juga dari kalangan Muslim yang termakan konspirasi Barat. Berikut ini adalah sebuah penuturan tentang Syaikh Usamah untuk orang-orang yang masih meragukan kiprah sang 'Singa Islam' ini, terkhusus kepada orang Amerika, yang bertanya siapakah Syaikh Usamah dan mengapa ia begitu dicintai oleh kaum Muslimin? wahai orang Amerika.. Inilah Usamah:

Ini adalah surat yang ditujukan kepada saya oleh beberapa pemuda, mereka berkata bahwa salah seorang warga Amerika menulisnya di salah satu forum diskusi, dan mereka mengirimnya hingga sampai kepada saya. Mereka ingin saya menjawab pertanyaan orang Amerika ini, awalnya saya ragu-ragu, namun mereka berkata sepertinya dia adalah pemuda yang sedang mencari kebenaran, dan sebagai orang muslim kita tidak keberatan untuk menyampaikan kebenaran, jadi biarkan pemuda Amerika ini meminjamkan matanya dan membaca sedikit kata-kata sederhana yang mengggambarkan sosok Usamah… beginilah bunyi surat yang sampai ke saya:
Rabu, 25 Juli 2012 0 Komentar

KISAH ARIF SI NARAPIDANA CILIK YANG CERDAS

Bismillahir-Rahmaanir-Rahi​m ...

Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji Hanibal Lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.

Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.

Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat anak-anak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?
Selasa, 24 Juli 2012 0 Komentar

ارواحنا ودماؤنا ونفوسنا


ارواحنا ودماؤنا ونفوسنا *** نفدي بها صرح العقيدة و الهدى

قل للطواغيت الذين تجبروا *** أين المفر غدا سنقتلكم غدا

نحن الذين على الجهاد تبايعوا *** لا نبتغي غير الشهادة مقصدا

دستورنا القران مصدر عزنا*** لن نرتضي غير الشريعة موردا

احمل سلاحك يامجاهد وارتمي*** في ساحة الهيجاء لاتخشى الردى

إثأر لدينك ..للثكالى يا أخي*** فالبغي في أوطاننا قد عربدا

Senin, 23 Juli 2012 0 Komentar

Do'a Sayyid Qutub

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah
cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku
pada-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku
menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut
pada-Mu, agar aku tidak terjatuh dalam jurang
cinta jemu.

Ya Rabbi, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku
padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.
Ya Rabbal Izzat, jika aku rindu
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan- Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya
agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih- Mu, 
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
indahnya bermunajat di sepertiga malam
terakhirmu.
Sabtu, 21 Juli 2012 0 Komentar

Nasionalisme Santri, Sebuah Refleksi

Janggutnya sudah mulai meninggalkan dunia hitam. Suara baritonnya menambah wibawa. Di Pesantren, ia dikenal tangkas menjawab pertanyaan wartawan. “Jadi apa arti nasionalisme menurut Bapak?” Tanyanya suatu ketika kepada utusan Pemerintah. Utusan itu sebelumnya mengutarakan bahwa team mereka mendapat tugas untuk menyelenggarakan ‘Training Kebangsaan’. “Apa Bapak meragukan ‘nasionalisme’ kami…nasionalisme santri-santri kami…?” protes Kyai yang mulai sepuh itu.  “Jika Bapak meragukan pembelaan kami terhadap negeri ini, silahkan diuji… ‘Bawa masuk’ tentara Amerika ke Indonesia, kami jamin santri kami akan berada di shaf depan untuk menghadapi mereka. Dan saya jamin, birokrat-birokrat yang sok nasionalis itu akan lari terbirit-birit meski setiap Senin hormat bendera.” Lanjutnya berargumen.


Setelah berdiskusi panjang, utusan itu akhirnya ‘setengah menyerah’. Di satu sisi, betapapun ia adalah delegasi yang harus pulang membawa hasil. Gagal dalam sebuah missi, bisa mengancam karir dan ‘periuk’ mereka. Disisi lain, ia juga tak bisa banyak menjawab argumentasi sang Kyai. Akhir kata, disepakatilah sebuah kompromi. Kuliah kebangsaan tetap diadakan; diselipkan dalam sebuah sambutan acara seremonial Pesantren yang kolosal. Bukan dalam bentuk training melainkan pidato dengan durasi sekitar satu jam. Dan untuk mewujudkannya, sang utusan memberikan dana atas nama ‘training kebangsaan’ itu ☺ (hehe.., mau juga duitnya). Karena yang memberi kuliah adalah seorang menteri, kawan saya harus meminjam mobil camry ke Pemerintah Kabupaten waktu itu. (wah, harusnya sekali-kali diajak jalan kaki ya..☺)
0 Komentar

Bisa Jadi Mereka Lebih Baik Darimu

Tidak jarang kita mendengar di lingkungan kita seseorang yang menghina atau mengolok-olok saudaranya, atau sebuah kelompok melakukan hal itu terhadap kelompok yang lain. Hal ini bukanlah suatu hal yang asing lagi di lingkungan kita berada pada zaman ini. Di jalanan ketika kita pergi menuju kampus atau sekolah, di ruang kelas ketika kita sedang berada di dalamnya, bahkan yang membuat hati miris adalah ketika kita mendengar hal ini berada di dalam Masjid.

Berapa banyak sebuah pertikaian yang ada di bumi Allah ini terjadi karena dimulai dengan saling hina dan ejek. Berapa banyak pula kasus pembunuhan kita mendengarnya setiap hari melalui media cetak dan elektronik yang diawali dengan pertikaian mulut. Kalaulah boleh ditarik kesimpulan tidaklah sebuah pertikaian, pembunuhan, dan pertengkaran terjadi kecuali selalu diawali dengan peperangan mulut dengan saling hina, ejek, dan menjatuhkan satu sama lain.

Di dalam sebuah ayat Allah Subhanahu wa ta’ala melarang orang-orang beriman untuk saling menghina dan mengolok-olok orang lain, karena bisa jadi orang yang dihina atau diolok-olok lebih baik dan lebih mulia dibanding dengan orang yang menghina dan mengolok-olok.
 
;