Selasa, 13 November 2012 0 Komentar

Persiapkan Bekal terbaik



Setiap orang yang akan bepergian tentunya akan mempersiapkan segala persiapan dengan sebaik-baiknya.Ia tidak ingin ada sesuatu yang dibutuhkan terlupakan dalam perjalanan.Misalkan saja sebuah keluarga yang akan mengadakan perjalanan pulang ke kampung halaman,sudah pasti keluarga itu akan mempersiapkan segala hal mulai dari pakaian yang akan dikenakan,transportasi yang akan digunakan,komsumsi,dan tentunya biaya yang dikeluarkan selama perjalanan hingga sampai ke tempat tujuan.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: أخَذَ رَسُوْلُ اللهِ ص بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ: كُنْ فِيْ الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ, أوْعَا بِرُ سَبِيْلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ: اِذَا أمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ, وَاِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَا ءَوَحُدْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ, وَمِنْ حَيَا تِكَ لِمَوْتِكَ

Ibnu Umar ra. Berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Memegang pundakku dan bersabda, "Didunia ini, jadilah kamu seperti orang asing atau seorang pengembara.." Ibnu Umar ra berkata, 'Jika kamu di sore hari, jangan menunggu pagi hari; dan jika kamu di pagi hari, jangan menunggu sore hari. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum kamu sakit, dan waktu hidupmu sebelum kamu mati." (H.R. Bukhari)

Kamis, 08 November 2012 0 Komentar

Mati Suri

Terjaga tidur di tengah malam, ku memandangmu...
Mati...
Menjelang fajar melepas mimpi, ku memandangmu...
Mati...
Waktu sarapan tiba kembali ku memandangmu...
Mati...
Sembari persiapkan kuliah ku juga memandangmu...
Mati...
Kamis, 01 November 2012 0 Komentar

Merindukan Tegaknya Keadilan

Sudahkah keadilan tegak di negeri nusantara ini. inilah pertanyaan tak terjawab yang mungkin banyak ditanyakan oleh seluruh penduduk di negeri kepulauan ini. Pertanyaan ini tak terjawab bukan karena tidak ada yang menjawab, tak terjawab bukan pula karena tidak ada jawaban untuk menjawabnya, tetapi pertanyaan ini tak terjawab karena tertutup oleh jawaban lain yang mengalihkannya.

Keadilan sosial yang konon dalam asas negara dijanjikan bagi seluruh rakyat negeri ini seakan hanyalah sebuah coretan pinggir jalan yang diabaikan sendiri oleh penulisnya.Keadilan yang banyak diucapkan dalam janji-janji manis pemilihan umum dalam kenyataannya tidak lebih hanya seperti tawaran seorang pembohong yang berdagang dan sedang mempromosikan kehebatan barang dagangannya.

Ketika anak-anak kecil yang seharusnya berhak mengenyam pendidikan sebagai kebutuhan harus berjemur di perempatan lampu lalu lintas mengharap beberapa keping koin untuk membeli sesuap nasi. Ketika mereka berebut dengan sesama mereka seakan mengadakan perlombaan untuk berebut botol-botol bekas air mineral tak bertuan di lintasan kereta, yang setiap saat siap menyambar nyawa mereka. Akan tetapi, di tempat lain para penguasa negeri yang telah bergelimang harta tak mau kalah dengan berlomba untuk lebih memakmurkan diri mereka sendiri. Seperti inikah arti sebuah keadilan ?
Selasa, 30 Oktober 2012 0 Komentar

Muhasabah

Cita yang tinggi membutuhkan proses dan pengorbanan, Jika saja semua cita terjadi instan bagai sebungkus mie rebus. Seorang pedagang sukses tidak akan rela bangun di pagi buta hanya karena niaganya. Seorang Ulama’ tidak perlu bersusah payah mengorbankan waktu untuk menghafal berbagai matan kitab dari yang berparagraf hingga yang berbait rapi...

Jika saja semua cita terjadi instan . Atlet profesional akan lebih senang bersantai dari pada menyiksa tubuh dengan berbagai porsi latihan yang menyiksa. Semuanya membutuhkan proses dan pengorbanan. Lalu bagaimana jika mati paling mulia yang dicita ???

Sepertinya jalan masih begitu panjang...

Lisan masih saja mudah dan ringan mengiris perasaan teman, sahabat, dan sanak saudara. Dengki selalu menggantung di hati memandang kesuksesan tetangga. Itsar yang dianjurkan hanya sebatas pengetahuan belaka tanpa amalan nyata. Fitnah wanita dunia yang tak jua mereda. Hari menjadi berlalu tanpa guna bagi diri dan manusia. Hanya menambah dosa dan murka sang pencipta.
Rabu, 26 September 2012 0 Komentar

Cerita Taman Bunga Mawar & Melati


Beberapa pekan lalu masih dalam suasana bulan ramadhan, waktu sedang kumpul-kumpul di kamar, seorang teman tiba-tiba bercerita tentang kejadian unik (menurut saya) yang terjadi di “taman bunga mawar n melati” begitu nama tempat itu klo di translate ke bahasa ibu kita. Taman ini terletak tidak jauh dari pusat kota atau malah masih di pusat kota ini. Saya sendiri belum pernah masuk walau hanya sekedar untuk memastikan apakah taman ini sesuai dengan namanya (belum ada yang diajak bareng kali yak J ), meskipun saya sudah berkali-kali melewatinya.

Cerita bermula ketika kawan saya ini sedang ngabuburit (bahasa orang sekarang gitu) di taman itu. Dan menurut pengamatan saya orang sini itu suka jalan-jalan klo sore. Nah, waktu itu kawan saya melihat seorang laki-laki sedang asyik menggoda perempuan (di kota ini masih merupakan hal yang tabu seorang laki-laki menggoda perempuan terang-terangan, walaupun budaya barat sudah sedikit-sedikit masuk ke sini). Si laki-laki kurang ajar ini bahkan sampai mengeluarkan Mobilenya untuk jeprat-jepret perempuan tadi, lalu bagaimana reaksi si perempuan ??? kata kawan saya, si perempuan sih dingin aja sambil sesekali menekan-nekan tombol mobilenya.
0 Komentar

Kenapa Seorang Muslim Harus Bersabar ?


Kehidupan seseorang di dunia ini tidak selalu sesuai dengan apa yang direncanakan. Terkadang manusia merencanakan sebuah rencana, dan yang terjadi adalah hal lain yang mungkin tidak sesuai dengan keinginannya. Sebagaimana ketika seorang pelajar yang telah selesai menyelesaikan bangku Sekolah Menengah Atas kemudian ingin melanjutkan studi ke sebuah kampus terkenal. Namun ternyata, Allah belum menghendaki keinginannya.

Banyak lagi kita temukan berbagai macam contoh dalam kehidupan manusia yang menunjukan bahwa kehidupan ini tidak selalu sesuai dengan keinginan. Maka disaat seperti inilah seorang Muslim dituntut untuk bisa bersabar. Sabar yang diartikan dengan menahan nafsu untuk melakukan sesuatu atau meninggalkannya hanya untuk mengharap ridho Allah Subhanahu wa ta’ala semata. Allah ta’ala Berfirman :

“ Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu...” (Qs. Ali Imran: 200)

“Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda :
Rabu, 08 Agustus 2012 0 Komentar

Jebolan Ngruki, dari Preman sampai Bos Minyak

Setiap kali isu terorisme mencuat, nama Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah selalu dikait-kaitkan, baik pengasuhnya Ustadz Abu Bakar Ba’asyir maupun alumni pondok ini. Namun, siapa sangka alumni ponpes tersebut justru ada yang menjadi preman dan belajar jauh ke Amerika.

Dewan Syuro Ikatan Keluarga Alumni PP Islam Al Mukmin Ngruki (IKAPPIM), Muhamad Ali Usman, mengatakan selama ini Ngruki seolah-olah sangat identik dengan terorisme. Setiap kali ada isu terorisme, Ngruki selalu disangkutpautkan. “Padahal lulusan Ngruki itu yang jadi polisi banyak, tentara juga banyak,” kata dia kepada VIVAnews di Solo, Senin 9 Agustus 2010.
Minggu, 05 Agustus 2012 0 Komentar

Who kicked the cat ?

Before you answer this question, read the story in full.

A person used to work as a secretary for a very ill-mannered manager who did not have a single skill of dealing with people. This manager used to accumulate his workload and take upon his shoulders burdens he could not bear. One day, he called his secretary, so he entered and stood in front of him.

The secretary said, “Yes. How may I help, sir?”

He said, “I called your phone but you never answered!”

The secretary replied, “That was because I was in the other room. I am sorry, sir!”

He replied, “You are always saying sorry! Take these papers and give them to the head of the repair department, and return quickly!”

The secretary, being annoyed, went to the office of the repair department’s head and threw the papers on his desk and said, “Do not take long with these papers!”

The man became irritated at the secretary’s behaviour and said, “OK, but please, place them on the table appropriately!”

The secretary replied, “Appropriately or inappropriately, it does not matter! What is important is that you finish with the papers quickly!”

They argued and insulted each other until voices were raised, after which the secretary went back to his office.After a couple of hours, one of the minor workers in the repair department went to his Head and said, “I will now go to collect my children from school and return shortly.”
Sabtu, 04 Agustus 2012 0 Komentar

Tanpa titik

Puluhan orang berlalu-lalang memenuhi ruangan ini, sebuah ruang menempel di langitnya beberapa kipas angin ukuran besar, berputar dengan suara yang cukup kencang didengar di tengah keriuhan tempat ini, orang-orang berkelompok dan berbincang entah membicarakan apa, tapi yang pasti suara mereka bagaikan kumpulan lalat terbang jika didengar dari kejauhan, 

hawa pengap sedikit panas dapat dirasakan dari pojok ruangan ini, satu orang dengan keringat membasahi dahi terlihat kuat sedikit memaksa untuk mengaduk sebuah adonan putih besar, satu orang lain dengan baju yang sulit untuk digambarkan memalui tulisan cepat membagi adonan itu menjadi adonan kecil ukuran kepalan tangan dewasa, satu orang lagi membentuk adonan tadi menipis sebesar piring kemudian memasukkan ke sebuah alat panas berbentuk cekungan dan menempelkan ke dindingnya, tidak lama adonan panas itu dia ambil dengan dua besi panjang dengan pengaitnya yang terlihat cukup tajam jika hanya sekedar menusuk daging manusia, 

tidak begitu tertarik dengan adonan ini, berpaling ke satu orang yang lain, dia sudah terlalu tua untuk bekerja keras seperti ini, membentuk adonan tadi menipis dan melempar ke sebuah lempengan besi panas, membuat beberapa formasi adonan, memutar-mutar, membolak-balik dan melempar percikan minyak hingga terlihat asap putih tanda kegosongan, menjepit dengan sebuah lempengan besi yang terlihat berkarat, melemparnya ke sebuah tempat berbentuk lingkaran dengan landasan koran yang sudah sedikit usang, beberapa orang terlihat beradu cepat menggapai adonan tadi, tidak jarang keluar cacian dari mereka yang menderita kekalahan, sedikit senang karena ditakdirkan untuk menang, 

suara bising orang-orang masih terdengar begitu kencang, seakan menunjukan mereka enggan untuk pulang, beberapa bulan yang lalu sebelum datang bulan agung nan suci, masih di tempat ini, adalah biasa melihat orang meminum air dari teko besi itu dengan gelas bening yang tersedia di meja, tapi ada yang aneh hari itu, dia merasa gelas itu tak sebersih yang dikira, dengan memaksa tampil gagah melangkah keluar menuju tempat tangan manusia dibasuh dan dibersihkan, masih terus memperhatikannya, dia mencuci dengan begitu detail setiap bagian dari gelas itu, sedikit memberikan rasa kagum dan takjub padanya, kemudian terlihat dia isi gelas tadi penuh dengan air pancuran tadi, memasukan beberapa teguk air, berkumur dan membersihkan mulutnya mungkin, tapi ada satu keganjalan terjadi, kemana perginya air yang ia masukan untuk berkumur tadi, dia penuhi lagi gelas bening itu masih dengan pancuran yang mungkin dia anggap suci, seperti seolah berkumur tapi entah kemana air itu tidak kembali, hilang sudah nafsu santap makan pagi,,,

By : ibnu abiihi
Rabu, 01 Agustus 2012 0 Komentar

Surat Ustadz Abu Bakar Ba'asyir untuk presiden Myanmar




Source : voa-islam.com
0 Komentar

Menjawab Adzan dan berdo’a setelahnya

Disunnahkan bagi seorang yang mendengar adzan untuk menjawabnya, yaitu dengan cara mengucapkan kalimat seperti yang diucapkan oleh muadzin. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa sallam.

“Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin." Sunan at-Tirmidzi  (I/134 no. 208)

Disunnahkan juga untuk mengucapkan kalimat ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah’ ketika menjawab kalimat Hayya 'alash shalaah dan Hayya 'alal falaah.

Dari Umar bin al-Khatab Radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda “Jika muadzin mengucapkan ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka hendaklah salah seorang di antara kalian mengucapkan ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Maka ia mengucapkan ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Hayya 'alash shalaah.’ Maka ia mengucapkan ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Hayya 'alal falaah.’ Maka ia mengucapkan ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka ia mengucapkan ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’ dengan hati yang tulus, maka dia akan masuk Surga." Riwayat muslim (1/288)
Jumat, 27 Juli 2012 0 Komentar

Mereka bertanya tentang Usamah, wahai orang Amerika...

Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, seorang Ulama dan Mujahid yang telah menorehkan tinta emas yang sangat indah di kitab sejarah kaum Muslimin. Sosoknya yang kharismatik dapat membuat musuhnya sekalipun menyukainya. Seorang wartawan Barat yang pernah memiliki kesempatan berbicara langsung dengan Syaikh Usamah mengatakan bahwa "bicaranya pelan, tidak marah-marah, tetapi menakutkan."

Banyak orang Barat, terutama Amerika, yang sangat benci terhadap Syaikh Usamah akibat dari propaganda busuk yang disebarkan musuh untuk mendiskreditkan Syaikh Usamah. Ironisnya, banyak juga dari kalangan Muslim yang termakan konspirasi Barat. Berikut ini adalah sebuah penuturan tentang Syaikh Usamah untuk orang-orang yang masih meragukan kiprah sang 'Singa Islam' ini, terkhusus kepada orang Amerika, yang bertanya siapakah Syaikh Usamah dan mengapa ia begitu dicintai oleh kaum Muslimin? wahai orang Amerika.. Inilah Usamah:

Ini adalah surat yang ditujukan kepada saya oleh beberapa pemuda, mereka berkata bahwa salah seorang warga Amerika menulisnya di salah satu forum diskusi, dan mereka mengirimnya hingga sampai kepada saya. Mereka ingin saya menjawab pertanyaan orang Amerika ini, awalnya saya ragu-ragu, namun mereka berkata sepertinya dia adalah pemuda yang sedang mencari kebenaran, dan sebagai orang muslim kita tidak keberatan untuk menyampaikan kebenaran, jadi biarkan pemuda Amerika ini meminjamkan matanya dan membaca sedikit kata-kata sederhana yang mengggambarkan sosok Usamah… beginilah bunyi surat yang sampai ke saya:
Rabu, 25 Juli 2012 0 Komentar

KISAH ARIF SI NARAPIDANA CILIK YANG CERDAS

Bismillahir-Rahmaanir-Rahi​m ...

Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji Hanibal Lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.

Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.

Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat anak-anak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?
Selasa, 24 Juli 2012 0 Komentar

ارواحنا ودماؤنا ونفوسنا


ارواحنا ودماؤنا ونفوسنا *** نفدي بها صرح العقيدة و الهدى

قل للطواغيت الذين تجبروا *** أين المفر غدا سنقتلكم غدا

نحن الذين على الجهاد تبايعوا *** لا نبتغي غير الشهادة مقصدا

دستورنا القران مصدر عزنا*** لن نرتضي غير الشريعة موردا

احمل سلاحك يامجاهد وارتمي*** في ساحة الهيجاء لاتخشى الردى

إثأر لدينك ..للثكالى يا أخي*** فالبغي في أوطاننا قد عربدا

Senin, 23 Juli 2012 0 Komentar

Do'a Sayyid Qutub

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah
cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku
pada-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku
menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut
pada-Mu, agar aku tidak terjatuh dalam jurang
cinta jemu.

Ya Rabbi, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku
padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.
Ya Rabbal Izzat, jika aku rindu
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan- Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya
agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih- Mu, 
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
indahnya bermunajat di sepertiga malam
terakhirmu.
Sabtu, 21 Juli 2012 0 Komentar

Nasionalisme Santri, Sebuah Refleksi

Janggutnya sudah mulai meninggalkan dunia hitam. Suara baritonnya menambah wibawa. Di Pesantren, ia dikenal tangkas menjawab pertanyaan wartawan. “Jadi apa arti nasionalisme menurut Bapak?” Tanyanya suatu ketika kepada utusan Pemerintah. Utusan itu sebelumnya mengutarakan bahwa team mereka mendapat tugas untuk menyelenggarakan ‘Training Kebangsaan’. “Apa Bapak meragukan ‘nasionalisme’ kami…nasionalisme santri-santri kami…?” protes Kyai yang mulai sepuh itu.  “Jika Bapak meragukan pembelaan kami terhadap negeri ini, silahkan diuji… ‘Bawa masuk’ tentara Amerika ke Indonesia, kami jamin santri kami akan berada di shaf depan untuk menghadapi mereka. Dan saya jamin, birokrat-birokrat yang sok nasionalis itu akan lari terbirit-birit meski setiap Senin hormat bendera.” Lanjutnya berargumen.


Setelah berdiskusi panjang, utusan itu akhirnya ‘setengah menyerah’. Di satu sisi, betapapun ia adalah delegasi yang harus pulang membawa hasil. Gagal dalam sebuah missi, bisa mengancam karir dan ‘periuk’ mereka. Disisi lain, ia juga tak bisa banyak menjawab argumentasi sang Kyai. Akhir kata, disepakatilah sebuah kompromi. Kuliah kebangsaan tetap diadakan; diselipkan dalam sebuah sambutan acara seremonial Pesantren yang kolosal. Bukan dalam bentuk training melainkan pidato dengan durasi sekitar satu jam. Dan untuk mewujudkannya, sang utusan memberikan dana atas nama ‘training kebangsaan’ itu ☺ (hehe.., mau juga duitnya). Karena yang memberi kuliah adalah seorang menteri, kawan saya harus meminjam mobil camry ke Pemerintah Kabupaten waktu itu. (wah, harusnya sekali-kali diajak jalan kaki ya..☺)
0 Komentar

Bisa Jadi Mereka Lebih Baik Darimu

Tidak jarang kita mendengar di lingkungan kita seseorang yang menghina atau mengolok-olok saudaranya, atau sebuah kelompok melakukan hal itu terhadap kelompok yang lain. Hal ini bukanlah suatu hal yang asing lagi di lingkungan kita berada pada zaman ini. Di jalanan ketika kita pergi menuju kampus atau sekolah, di ruang kelas ketika kita sedang berada di dalamnya, bahkan yang membuat hati miris adalah ketika kita mendengar hal ini berada di dalam Masjid.

Berapa banyak sebuah pertikaian yang ada di bumi Allah ini terjadi karena dimulai dengan saling hina dan ejek. Berapa banyak pula kasus pembunuhan kita mendengarnya setiap hari melalui media cetak dan elektronik yang diawali dengan pertikaian mulut. Kalaulah boleh ditarik kesimpulan tidaklah sebuah pertikaian, pembunuhan, dan pertengkaran terjadi kecuali selalu diawali dengan peperangan mulut dengan saling hina, ejek, dan menjatuhkan satu sama lain.

Di dalam sebuah ayat Allah Subhanahu wa ta’ala melarang orang-orang beriman untuk saling menghina dan mengolok-olok orang lain, karena bisa jadi orang yang dihina atau diolok-olok lebih baik dan lebih mulia dibanding dengan orang yang menghina dan mengolok-olok.
Jumat, 20 Juli 2012 0 Komentar

Anatomi Bahasa

Bahasa adalah sistim penyampaian pesan yang digunakan oleh manusia, baik lewat simbol suara yang bisa didengar (bahasa lisan) maupun menggunakan simbol bentuk atau lambang yang bisa dilihat atau dibaca (bahasa tulisan).

 Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:

 1. Satuan bunyi yang disebut "huruf" atau "abjad".
 Contoh: م - س - ج - د

 2. Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut "kata".
 Contoh: مَسْجِدٌ (= masjid)

 3. Rangkaian kata yang mengandung maksud atau pikiran yang utuh yang disebut "kalimat".
 Contoh: أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ (= saya shalat di masjid)

 Dalam tata bahasa Arab, "kata" dibagi ke dalam tiga golongan besar:

 1. ISIM ( اِسْم ) atau "kata benda". Contoh: مَسْجِد (= masjid)

 2. FI'IL ( فِعْل ) atau "kata kerja". Contoh: أُصَلِّيْ (= saya shalat)

 3. HARF ( حَرْف ) atau "kata tugas". Contoh: فِيْ (= di, dalam)

Perlu diingat bahwa istilah Kata Benda, Kata Kerja dan Kata Tugas seperti yang kita kenal dalam tata bahasa Indonesia, tidak sama persis dengan pengertian Isim, Fi'il dan Harf dalam tata bahasa Arab.

Source : belajarbahasaarab.blogspot.com
0 Komentar

Sejenak Bermuhasabah

Mari sejenak sedikit berintropeksi dan bermuhasabah diri. Diri ini pasti sudah mengetahui bahwa semua manusia di dunia ini tanpa terkecuali mempunyai waktu yang sama untuk hidup dalam satu hari, dua puluh empat jam waktu yang ditetapkan oleh Allah Kepada makhluk-Nya dan enam puluh menit dalam setiap jamnya.

Dari dua puluh empat jam itu ada manusia yang menggunakannya untuk beramal dengan amalan baik, ada yang menikmati maksiat, ada pula yang hanya menghabiskan waktu untuk duduk dan berbaring dengan tenang menikmati dunianya.

Tentu menjadi sebuah keharusan bagi seorang muslim untuk menanyakan kepada diri ini, amalan apakah yang telah diri ini amalkan di setiap harinya. Dari terbangun dari “kematian” sesaat hingga kembali untuk “mati” sesaat lagi.

Sudahkah diri ini memulai pagi (klo bangun pagi loh J) dengan mengucapkan syukur memuji Allah karena telah bangunkan diri dari “kematian”?

Sudahkah diri ini mengerjakan kewajiban kedua setelah Syahadatain yaitu Sholat lima waktu sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta (laki kudu jama’ah di masjid ) ?
Kamis, 19 Juli 2012 0 Komentar

Marhaban Yaa Ramadhan

Dikabarkan dari wilayah Cakung, Jakarta Timur, bahwa Hilal telah terlihat pada pukul 17.53 WIB. Info ini didapatkan dari Ustadz Hasyim Abdullah.

Beliau mengabarkan bahwa ada tiga orang yang melihat hilal tersebut. Antara lain Ustadz HM Labib, Ustadz Afriyanto dan Ustadz Nabil. Posisi Hilal 3.5 derajat di atas ufuk.

Selain di Cakung, ada beberapa tempat lain yang representatif untuk melihat Hilal. Tempat-tempat tersebut antara lain di Jepara, Tanjung Kodok, serta beberapa tempat di pantai Yogyakarta.

Smentara itu, dari detik dilaporkan bahwa Hilal tidak terlihat di Mataram. "Matahari tenggelam di Mataram pada pukul 18.12 Wita. Tim pemantau memastikan hilal tidak terlihat di lokasi pemantauan," kata Usman, Kepala Kanwil Kemenag NTB di lokasi pemantauan hilal, Kamis (19/7/2012) petang.

Sebelumnya dilaporkan, hilal tidak terlihat di Makassar. Departemen Agama dan beberapa ormas Islam memantau hilal di lantai IV Mall GTC, kawasan pesisir Tanjung Bunga, Makassar, Kamis (19/7/2012). Hasilnya, tim belum menyaksikan penampakan hilal atau berada di posisi 1 derajat 19 menit.

0 Komentar

My Adventure (part1)



 di puncak gunung lawu, jawa tengah, indonesiaSejenak merenungi indahnya ciptaan Allah Subhanahu wa ta'ala.  




0 Komentar

My longing comes

My longing comes to my lips as supplications of mine...

O Allah ! may like the candle be the life of mine...

May my homeland through me attain elegance...

As the garden through flowers attains elegance...

May my life like that of the moth be,O Lord...!

May i love the lamp of knowledge,O Lord...!

May supportive of the poor of my life's way be...

May loving the old,the suffering my way be...

Rabu, 18 Juli 2012 0 Komentar

سيأتي الضياء برغم الغيوم

سيأتي الضياء برغم الغيوم
وتشدوا الطيور بذاك القدوم
ونمضي سويا على دربنا
وفي كفنا شعلة من علوم

فقرآننا ذلك القائد
وتفسيره ساطع كالنجوم
وفي روحنا سنة المصطفى
وفقه الشريعة علم يدوم

سيأتي الضياء سيأتي الضياء
سيأتي الضياء برغم الغيوم

وتوحيدنا عزة المسلمين
به قد قهرنا عنيدا ظلوم
فلا عصبة تستبيح الحياة
وتجعل منها دماءا لحوم

0 Komentar

Setahun Sudah Berlalu

Setahun sudah berlalu, tidak terasa begitu cepat tidak pula begitu lama. Teringat ketika pertama kali menginjakan kaki di belahan bumi ini, turun dari burung besi di tempat yang di panggil bandar udara, walau menurutku tidak pantas tempat ini mendapat gelar yang berwibawa seperti itu. :D

Keluar dari tempat itu, kawan-kawan terbaik bagiku menyambutku bak seorang perwira. Bersalaman menanyakan kabar, hingga keadaan tempat tinggal.

Mereka mengawalku keluar dari bandar ini, mengendarai sebuah mobil dengan julukan taksi, walau sama sekali tak serasi, tentunya dengan membandingkan sebuah taksi di tempat asal kami.

Ya,,,waktu itu bulan Ramadhan...dan sekarang bulan itu akan datang kembali, sebuah pertanyaan yang selalu terbenak di hati, dua belas bulan di sini, apa saja yang telah kudapati ???

Sebagian kawan berujar, “jalani saja jangan terlalu dipikirkan.” Sebagian yang lain juga memikirkan apa saja yang telah ia dapatkan.

Tempat ini memang terlalu “indah” untuk dinikmati, terlalu “sayang” untuk ditinggalkan, tempat ini begitu menarik “perhatian” bagi siapa saja yang mempunyai “kepentingan” hanya bisa bertanya pada diri, sampai kapankah ada di sini ???

0 Komentar

Jangan katakan aku masih muda !!!

Pernahkah anda melihat seseorang yang sedang dalam keadaan sakaratul maut. Sudahkah anda berkesempatan melihat kumpulan jenazah yang berbaring rapi di sebuah kamar mayat. Atau ketika sedang bepergian, anda melihat kecelakaan yang menghilangkan nyawa korban di tempat kejadian.Inilah yang dinamakan dengan kematian,seseorang tidak akan pernah tahu sampai kapan ruh yang ada di dalam dirinya akan di cabut oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Seorang pemuda mungkin bisa berbangga ria dengan umurnya, Karena seakan sudah menjadi sesuatu yang umum dalam kehidupan bermasyarakat jika kematian itu akan datang ketika umur telah menginjak usia renta. Cobalah tengok keadaan pemuda zaman ini, berapa banyak pemuda yang menghabiskan malam dengan berkumpul-kumpul dengan kawan mereka, memainkan dan mendengarkan musik-musik suara setan. Kemudian di pagi hari mereka menjalani hari dengan bertapa di atas tempat tidur hingga melalaikan segala kewajiban. Kemudian ketika di beri peringatan dan nasehat untuk meninggalkan rutinitas buruk mereka. Tanpa beban mulut mereka berujar “mumpung masih muda.”

“mumpung masih muda” jawaban yang mudah, singkat, dan tidak berbelit-belit. Hampir semua pemuda yang terjebak dalam dunia hitam akan berpikir dan mengucapkan jawaban yang sama dengan tiga kata tersebut. Banyak pemuda tidak menyadari bahwa kematian itu datang tidak akan melihat waktu, tempat, dan kedudukan seseorang.


Kematian bisa saja datang ketika manusia sedang menikmati puncak karirnya, bisa juga datang ketika sedang menyantap makanan kesukaan, tidak sedikit pula yang pergi dan tidak kembali dalam istirahat malamnya. Tidak akan pernah ada yang tahu kapan umur manusia akan berakhir di dunia ini kecuali Allah Subhanahu wa ta’ala.

0 Komentar

Perintah Taubat dan Istighfar

Setiap manusia yang pernah hidup di dunia ini pasti pernah melakukan kesalahan. Tidak memandang tingginya jabatan seseorang atau banyaknya harta yang dimilikinya, kesalahan pasti pernah dilakukan. Kesalahan bisa saja dilakukan manusia dengan rasa sadar dan kesengajaan, ada juga manusia yang melakukannya tanpa kesadaran dan kesengajaan. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Setiap Bani Adam pasti pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, & Al-Hakim)

Karena hati manusia terkadang salah dalam melaksanakan niat, kedua mata tanpa sengaja melihat sesuatu yang diharamkan untuk melihatnya. Lidah yang tak bertulang terkadang menjadi setajam pedang untuk menghina dan mencaci sesama. Telinga yang seharusnya digunakan untuk mendengarkan hal yang baik, terkadang masih saja menikmati ketika mendengar musik-musik suara setan yang terdengar di jalanan. Untuk itulah Rasulullah menyatakan bahwa sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.

Banyak terdapat ayat Al qur’an dan Hadist yang memerintahkan kepada seorang Muslim untuk bertaubat dan beristighfar kepada Allah ketika melakukan kesalahan dan dosa. Karena diantara sifat Allah adalah Maha Pengampun dan Penyayang, sudah seharusnya seorang Muslim untuk meyakini bahwa dosa dan kesalahan yang diperbuat akan diampuni oleh-Nya.

“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampunan kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa’: 110)

“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Maidah: 74)

0 Komentar

Sholat Tahiyyatul Masjid dan Hal yang Berkaitan dengannya

Sholat Tahiyyatul Masjid adalah sholat sunnah dua raka’at yang dikerjakan oleh seorang muslim yang memasuki Masjid.
Sebagaimana dijelaskan oleh sebuah hadist dari Abu Qatadah Al-Harits bin Rab’y Al-Anshary Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sebelum shalat dua rakaat.”

Pengecualian dalam melaksanakan tahiyyatul masjid

Seorang khatib masjid jika masuk ke dalam masjid untuk melaksanakan khutbah jum’at maka tidak mendirikan sholat dua raka’at. Kemudian orang yang tinggal di masjid karena seringnya keluar masuk masjid karena akan memberatkannya, maka tidak disunnahkan baginya untuk mendirikan tahiyatul masjid sebagaimana orang yang masuk masjid. Kemudian imam sholat wajib. Dan setelah dikumandangkannya iqomah, karena sholat wajib lebih utama dari tahiyatul masjid.
Sebagian yang lain berpendapat disunnahkan mengulangi tahiyyatul masjid setiap kali mengulangi masuk ke dalam masjid, mengambil pendapat ini Imam Annawawi dan Syaikhul Islam memilihnya, dan inilah dhohir perkataan hanabilah.
As syaukani berpendapat bahwa sholat tahiyyatul masjid disyariatkan walaupun mengulangi masuk masjid berkali-kali sesuai dhahir hadist.Wallahu A’lam.

Hikmah tahiyyatul Masjid

Pelaksanaan tahiyyatul masjid sebagai bentuk penghormatan terhadap masjid, sebagaimana kedudukan salam ketika hendak memasuki rumah, kemudian menyalami pemiliknya ketika bertemu dengannya. 
Berkata Imam Nawawi rahimahullah: “sebagian yang lain menjelaskan sebagai penghormatan pemilik masjid, maksudnya adalah pendekatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bukan kepada masjid, karena memasuki rumah pemiliknya (Allah), maka ini menghormati pemiliknya bukan masjidnya.”

Hal-hal yang berkaitan dengan sholat tahiyyatul masjid

-       Waktu tahiyyatul masjid adalah setelah memasuki masjid sebelum duduk, sedangkan jika duduk dengan sengaja dan sadar. Maka tidak diperintahkan untuk berdiri mengerjakannya, karena telah berlalu waktunya.
-      Siapa yang memasuki masjid dan duduk karena tidak tahu atau lupa sebelum melaksanakan tahiyyatul masjid. Maka dia mempunyai hak untuk melaksanakan sholat dua rakaat, karena tidaklah berlalu waktu jika duduk karena berudzur, dengan syarat belum dilaksanakan sholat wajib.
-     Hukum fiqh tahiyyatul masjid adalah sunnah menyelisihi yang mengatakan hukumnya wajib. Imam An nawawi telah menceritakan ijma tentang ini.
-       Barang siapa yang memasuki masjid dan muadzin sedang mengumandangkan adzan, maka disyariatkan untuk menjawab adzan, dan mengakhirkan tahiyyatul masjid untuk mengetahui keutamaan menjawab adzan. Kecuali jika memasuki masjid pada waktu sholat jum’ah dan telah dimulai adzan sebelum khutbah, maka dalam keadaan ini lebih didahulukan melaksanakan tahiyyatul masjid dari menjawab adzan, karena mendengarkan khutbah itu lebih penting.
-        Siapa yang memasuki masjid pada hari jum’at dan khatib sedang berkhutbah disunnahkan melaksanakan tahiyyatul masjid, meringankan sholatnya dan makruh meninggalkannya. Sesuai dengan hadist “...janganlah duduk sebelum shalat dua rakaat.” (HR. Bukhori dan Muslim). Dan jika khotib akan mengakhiri khutbah dan menyangka jika melaksanakan tahiyyatul masjid tidak akan mendapat satu rakaat, maka dia berdiri sampai dimulai sholat, sehingga dia tidak duduk di masjid dalam keadaan belum melaksanakan tahiyyatul masjid.
-      Kepada siapa yang akan melaksanakan sholat wajib, kemudian mendatangi masjid dan telah didirikan sholat. Maka disunnahkan untuk mengikuti sholat wajib itu.

Inilah pengertian dan hal-hal yang berkaitan dengan sholat tahiyyatul masjid. Kita memohon kepada Allah untuk memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kita, dan memberi kita manfaat dengan ilmu yang kita pelajari. Wallahu A’lam.*(ehsani)

* dari makalah berjudul ‘Ahkam tahiyyatul masjid’ dalam www.kalemat.org
Senin, 04 Juni 2012 0 Komentar

Agama disisi Allah hanyalah Islam


إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”(Qs. Ali Imran:19)

Ayat di atas merupakan pemberitahuan dari Allah Subhanahu wa ta’ala bahwa tidak ada Agama yang diterima oleh-Nya dari seseorang kecuali Islam. Inilah agama yang Allah mengutus para Rasul dengannya di setiap masanya, hingga ditutup dengan diutusnya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam sebagai Rasul terakhir. Oleh karena itu barangsiapa yang bertemu dengan Allah pada hari akhir setelah diutusnya Nabi Muhammad dengan membawa selain syariatNya (Islam) maka itu tidak diterima. Allah berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang merugi.” (Qs. Ali Imran:85)

Di dalam tafsir At thabari disebutkan bahwa maksud dari kalimat “Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam” adalah ketaatan hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, dan pengakuan lisan dan hati untuk beribadah dan tunduk kepadaNya. Serta berusaha untuk menaati segala hal yang diperintahkan dan dilarang olehNya, dengan sikap tunduk tanpa disertai sifat sombong, menyimpang, dan menyekutukan Allah dengan makhlukNya dalam masalah ibadah dan ilahiyah.  

Dalam sebuah riwayat diterangkan maksud Islam dalam kalimat “Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam” adalah beramal dengan ikhlas hanya mengharap ridho Allah subhanahu wa ta’ala, beribadah tanpa menyekutukan-Nya, mendirikan sholat, membayar zakat, dan mengikutinya semua kewajiban lain.

Disebutkan dalam tafsir Ibnu Abbas bahwa Allah sendiri menyatakan Agama disisi-Nya hanyalah Islam. Para Malaikat, nabi, dan orang-orang berilmu juga menyatakan demikian. Allah berfirman:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. Ali Imran:18)

Untuk itu sebagai seorang Muslim hendaknya kita bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan yang Allah anugerahkan kepada kita, terutama nikmat yang Allah tidak berikan kepada orang-orang kafir yaitu nikmat sebagai seorang Muslim.

Ya Allah berikanlah kepada kami kesabaran, matikanlah kami dalam keadaan Muslim, dan pertemukanlah kami dengan orang-orang shaleh. 





Jumat, 23 Maret 2012 0 Komentar

Bagaimana adab seorang muadzin ?

Adzan merupakan seruan untuk memberitahukan bahwa waktu shalat telah tiba dengan menggunakan lafadz tertentu.Adzan juga merupakan salah satu syi’ar dari agama Islam yang diawali dengan takbir sebagai pengakuan kebesaran dan kesempurnaan Allah,kemudian dilanjutkan dengan pengakuan tauhid,meniadakan syirik,dan mengakui Muhammad shalallahu alaihi wa sallam sebagai Rosul hingga diakhiri dengan kalimat yang telah di sebutkan di awal sebagai penegasan dari kalimat pengulangan tersebut.

Seorang yang mengumandangkan adzan disebut dengan muadzin.Di dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad,Muslim,dan Ibnu Majah dari Muawiyah radhiyallahu anhu di sebutkan bahwa muadzin akan menjadi orang yang mempunyai leher paling panjang di hari kiamat nanti.Kemudian bagaimanakah sikap atau adab yang harus dijaga oleh seorang muadzin ketika mengumandangkan Adzan.
Berikut ini adalah beberapa adab yang perlu diperhatikan oleh seorang muadzin:

-Hendaknya ketika mengumandangkan Adzan,ia hanya mengharapkan ridho Allah dan tidak mengambil upah dari adzannya.

Dari Usman bin Abil-‘Ash,ia berkata : “Wahai Rasulullah, jadikanlah aku sebagai imam bagi kaumku”. Beliau shallallaahu alaihi wa sallam bersabda : “Engkau adalah imam mereka. Sesuaikanlah dengan kondisi orang yang paling lemah di antara mereka {saat engkau berdiri menjadi imam} dan angkatlah seorang muadzin yang tidak mengambil upah dari adzannya tersebut”(HR. Abu dawud,an nasa’i,Ibnu Majah).

-Menghadap ke kiblat dan suci dari hadast kecil dan besar ketika mengumandangkan adzan.

-Menolehkan kepala,leher,dan dada ke kanan ketika melafalkan “hayya ala-s-sholah” kemudian menoleh ke kiri ketika melafalkan “hayya ala-l-falah.”
Tentang gerakan ini (menoleh ke kanan dan ke kiri ketika melafalkan kalimat tersebut) Imam nawawi mengatakan bahwa ini adalah gerakan yang paling benar.Sedangkan berputarnya badan seorang muadzin ketika mengumandangkan adzan,dijelaskan dalam Al mughni dari Ahmad: tidaklah memutar badan kecuali jika berada di atas menara dengan tujuan agar terdengar dari segala penjuru.

-Memasukkan kedua jarinya ke kedua telinga.
Diriwayatkan oleh abu dawud dan ibnu hibban,Bilal berkata:saya letakkan kedua jariku ke telinga kemudian saya kumandangkan adzan.Tirmidzi berkata: ahlul ilmi menyukai jika seorang muadzin memasukkan jarinya ke kedua telinganya ketika adzan.

-Mengeraskan suara ketika adzan walaupun dalam keadaan sendirian di tengah padang pasir.

-Tidak bercepat-cepat ketika mengumandangkan adzan yaitu dengan memberi jeda satu kalimat dengan kalimat yang lain.sedangkan ketika iqomah mengumandangkannya dengan cepat.

-Tidak berbicara di pertengahan iqomah,sedangkan berbicara di pertengahan adzan sebagian ahlu ilmi membencinya,sedangkan al hasan,atho’,dan qotadah memberi rukhsah untuk itu.Abu dawud berkata:saya bertanya kepada Ahmad tentang seorang lelaki (muadzin) berbicara di pertengahan adzan,Ahmad menjawab:ya,kemudian saya bertanya:ketika iqomah?Ahmad menjawab:tidak,hal itu di karenakan di sunnahkan mengumandangkannya dengan cepat.

Inilah beberapa adab yang perlu diperhatikan oleh seorang muadzin ketika mengumandangkan adzan.Semoga bermanfaat dan bisa di amalkan oleh para muadzin.
Rabu, 29 Februari 2012 0 Komentar

Katakan Tidak Untuk Pemikiran Liberal !!

Berkembanganya pemikiran–pemikiran liberal belakangan ini sungguh meresahkan umat. Bagaimana tidak? Bangunan kokoh syari’at islam ini di gerogotinya satu persatu, bagaikan rayap yang menggerogoti kayu, tak segan segan satu demi satu syari’at Allah dihinakan dan diinjak–injak, ditempelkannya nama islam pada pemikiran–pemikirannya padahal sungguh sangat jauh sekali bahkan sudah menyimpang dan sungguh melecehkan dan menginjak-injak nilai islam itu sendiri, oleh karena itu penting kiranya kita mengetahui hukum tentang pemikiran pemikiran liberal dan para pelaku–pelakunya. Berikut ini fatwa fadhilatusy syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ketika ditanya tentang hal tersebut.

****

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullohi wa barakatuh

Apa pendapat anda tentang da’wah kepada pemikiran liberal di Negara Negara kaum muslimin? yaitu pemikiran yang mengajak kepada kebebasan yang tidak ada yang mengaturnya kecuali hanya dengan hukum-hukum buatan manusia, kemudian menyamakan kedudukan antara mukmin dan kafir dengan anggapan keberagaman, kemudian menjadikan setiap individu manusia mempunyai kebebasan yang tidak diikat dan tidak tunduk kepada syari’at seperti yang mereka anggap, kemudian melanggar sebagian hukum-hukum syari’at islam yang tidak sesuai dengan pemikiran mereka, seperti hukum hukum yang berkaitan tentang wanita, dan hubungan dengan orang kafir, tentang nahi mungkar, hukum hukum tentang jihad, dan lain sebagainya masih banyak lagi, yang penting hukum-hukum yang bertentangan dengan pemikiran pemikiran liberal mereka, apakah boleh bagi seorang muslim mengatakan, ”saya muslim liberal"? Dan apa nasehat anda untuknya dan yang semisal dengannya?


Jawaban:

Wa ‘alaikum salam wa rahmatullohi wa barakatuh, wa ba’du

Sesungguhnya seorang muslim itu adalah orang yang berserah diri sepenuhnya kepada Alloh dengan tauhid, yang dibuktikan dengan ketaatan, dan berlepas diri dari syirik dan yang semacamnya, maka bagi sesiapa yang menginkan kebebasan yang tidak diatur kecuali oleh hukum hukum buatan manusia, maka ini disebut dengan kedurhakaan dan kesombongan terhadap syari’at Allah subhanahu wa Ta’ala, berarti ia telah menghendaki hukum jahiliyah, dan hukum thogut, maka dia bukan seorang muslim, dan barang siapa yang mengingkari apa apa yang dia ketahui dari ilmu agama yang sebenarnya sudah ia ketahui, seperti perbedaan antara muslim dan kafir, dan menghendaki kebebasan yang tidak mau tunduk dibawah tatanan dan ikatan syari’at islam, dan mengingkari hukum hukum syar’I, seperti hukum-hukum yang berkenaan khusus tentang wanita, amar ma’ruf nahi munkar, dan tentang pensyariatan jihad fie sabilillah, maka orang yang seperti ini berarti telah melakukan sejumlah pembatal dari pembatal pembatal keislaman, kita memohon kepada Alloh kekuatan untuk tidak termasuk dalam golongan mereka. Dan orang yang berkata “saya adalah muslim liberal maka hakekatnya keislaman yang ia miliki telah batal, jikalau liberal yang dimaksudkan adalah seperti itu, maka bagi sang pelaku untuk segera bertaubat kepada Alloh subhanahu wa Ta’ala dari pemikiran pemikiran seperti itu, dan menjadi muslim yang sebenarnya.


Fadhilatusy syaikh: Shalih Bin Fauzan Al – fauzansource:shoutussalam.com
Senin, 20 Februari 2012 0 Komentar

Perintah dan Keutamaan Dzikrullah

Dzikir adalah salah satu ibadah yang paling mudah di amalkan tetapi sering dilupakan,padahal dzikir memiliki keutamaan-keutamaan yang yang sangat besar.Allah Subhanahu wa ta’ala menyebut tentang perintah berdzikir berkali-kali dalam Al qur’an.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya :Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.(Al ahzab:41)



الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ

Artinya : orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring…(Ali imron:191)



وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya : laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(Al ahzab :35)



Dalam ayat-ayat tersebut Allah ta’ala memerintahkan untuk senantiasa berdzikir dalam keadaan apapun bahkan orang-orang yang berdzikir di janjikan oleh-Nya dengan pahala yang besar.



(عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((سبق المفردون)) قالوا: وما المفردون يا رسول الله؟ قال: ((الذاكرون لله كثيرا والذاكرات))(رواه مسلم

Artinya: “Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang menyendiri telah mendahului”. Para sahabat bertanya: “Siapakah orang yang menyendiri itu wahai Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab: “Laki-laki atau perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” (HR. Muslim).



(عن أبي موسى الأشعري عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((مثل الذى يذكر ربه والذى لا يذكره, مثل الحي والميت)) (رواه البخارى

Artinya: “Dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir, seperti orang yang hidup dengan orang yang sudah mati” (HR. Bukhari).



Masih banyak lagi hadist yang menerangkan tentang perintah dan keutamaan untuk berdzikir.

Keutamaan Dzikrullah

Imam Ibnu qoyyim al jauziyah rahimahullah dalam kitabnya “Al waabilu assoyyib mina-l-kalimi Attoyyib” menyebutkan banyak keutamaan dzikrullah yang bisa menumbuhkan semangat seorang muslim untuk senantiasa mengamalkannya,diantaranya sebagai berikut;

- Berdzikir dapat mengusir,mengekang,dan mengalahkan Syaitan.

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.(Al a’raf:201)



Dalam sebuah hadist yang panjang Allah ta’ala memerintahkan Zakariya bin Yahya lima kalimat untuk diajarkan dan diamalkan oleh Bani Israil,yaitu : Tauhid,Sholat,Shiyam,Shodaqoh,kemudian yang kelima “dan aku memerintahkanmu untuk berdzikir,hal itu di umpamakan seperti seorang lelaki yang menyerang musuh dengan cepat hingga dia mencapai benteng pertahanan musuh maka dia melindungi diri dari mereka.Begitu juga seorang hamba tidaklah melindungi dirinya kecuali dengan dzikrullah…” (Al musnad 4/202)

- Menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan di hati.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya :(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar ra’d:28)



Ibnu taimiyah rh berkata : Dzikir bagi hati adalah ibarat air bagi ikan,maka bagaimanakah keadaan ikan jika dipisahkan dari air.

- Membebaskan diri dari adzab Allah Subhanahu wa ta’ala.

عن معاذ بن جبل قال,قال رسول الله صل الله عليه وسلم:ماعمل ادمي عملا اًنجى له من عذاب الله من ذكر الله تعالى.

Artinya : “dari muadz bin jabal r.a berkata,Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah ta’aala selain dzikrullah.” (Al musnad 5/239)



- Memperbanyak dzikir menjauhkan diri dari kemunafikan.

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا.

Artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (An nisa’:142)



Ka’ab berkata : Barang siapa banyak berdzikir dia telah berlepas dari kemunafikan.

Suatu ketika Ali bin Abi Thalib r.a ditanya tentang khowarij apakah mereka termasuk orang-orang munafik ? beliau menjawab: Orang munafik tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit.

Salah satu tanda kemunafikan adalah jarang berdzikir.Oleh karena itu memperbanyak dzikir akan memjauhkan diri dari sifat kemunafikan.

- Dzikir adalah obat penyakit hati

Makhul bin Abdullah r.h berkata : Mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala adalah obat,sedangkan mengingat manusia adalah penyakit.

Berdzikir juga dapat menghilangkan kerasnya hati,karena di dalam hati manusia terdapat sesuatu yang keras yang tidak dapat dihilangkan kecuali dengan berrdzikir.suatu hari datang seseorang kepada Hasan Al basri dan berkata: “Wahai abu said aku keluhkan padamu tentang kerasnya hatiku”.abu said menjawab “hilangkanlah dengan berdzikir.”

Dzikir yang paling mulia

Dzikir yang paling mulia bagi seorang hamba adalah dengan membaca Al qur’an.Karena Al qur’an adalah kalamullah yang juga merupakan sebaik-baik perkataan di alam semesta.Al quran juga merupakan kitab yang paling utama yang di wahyukan kepada penutup para Rosul Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.Barang siapa yang berkata dengannya maka dia jujur,yang beramal dengannya baginya pahala,yang berhukum dengannya adil,yang menyeru untuk beramal dengannya dia menyeru ke jalan yang lurus “shiratal mustaqim”.

Ya Allah, bantulah kami untuk mengingatiMu, mensyukuriMu dan beribadat kepadaMu dengan baik.Wallahu a’lam.

Source;Shoutussalam.com
0 Komentar

Prof Neurology Austria Rekomendasikan Semua Orang untuk Rutin Berwudhu

Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudhu. Ia mengemukakan sebuah fakta yang sangat mengejutkan.

Bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menemukan hikmah dibalik wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar wudlu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.

Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Ulama Fikih juga menjelaskan hikmah wudlu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudlu, seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.

Ulama tasawuf menjelaskan hikmah wudlu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah yang dibasuh air wudlu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita. Banyak pancaindera tersimpul di bagian muka.

Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakan dan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Ke mana saja kaki ini gentayangan setiap hari?
Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam wudhu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan dosa.
Organ tubuh yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam QS al-Maidah [5]:6, adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadis riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.

Kalangan ulama melarang mengeringkan air wudlu dengan kain karena dalam redaksi hadis itu dikatakan bahwa proses pembersihan itu sampai tetesan terakhir dari air wudlu itu (ma’a akhir qathr al-ma’).
Wudlu dalam Islam masuk di dalam Bab al-Thaharah (penyucian rohani), seperti halnya tayammum, syarth, dan mandi junub. Tidak disebutkan Bab al-Nadhafah (pembersihan secara fisik). Rasulullah SAW selalu berusaha mempertahankan keabsahan wudlunya.

Yang paling penting dari wudlu ialah kekuatan simboliknya, yakni memberikan rasa percaya diri sebagai orang yang ‘bersih’ dan sewaktu-waktu dapat menjalankan ketaatannya kepada Tuhan, seperti mendirikan shalat, menyentuh atau membaca mushaf Alquran. Wudlu sendiri akan memproteksi diri untuk menghindari apa yang secara spiritual merusak citra wudlu. Dosa dan kemaksiatan berkontradiksi dengan wudlu.
Source:Shoutussalam.com
Sabtu, 18 Februari 2012 0 Komentar

Jangan Marah, Maka Bagimu Surga

Marah adalah satu sifat di antara sifat-sifat yang Allah Subhanahu wa ta’ala anugerahkan kepada manusia. Marah juga merupakan suatu yang manusiawi, semua orang bisa saja marah di manapun dan dalam keadaan apapun. Ada orang yang marah ketika mendapat pelayanan kurang profesional di perkantoran, ada juga yang marah ketika terganggu ketenangannya, bahkan ada juga yang marah hanya karena permasalahan ringan dan sepele. Bagaimanapun marah adalah salah satu tabiat yang tidak bisa di hapuskan dari manusia.

Dalam sebuah hadist dikisahkan suatu hari datang seorang laki-laki meminta nasehat kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah menasehatinya dengan berkata “janganlah kamu marah!”. Nasehat ini beliau ulangi hingga berkali-kali kepada lelaki tersebut.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم أوصني ، قال : لا تغضب فردد مرارا قال : لا تغضب (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW; “Berilah aku wasiat?” beliau bersabda: “Janganlah kamu marah.” Laki-laki itu mengulangi kata-katanya, beliau tetap bersabda: “Janganlah kamu marah.” (HR. Bukhari)



Seperti yang telah di ketahui bahwa marah adalah sifat yang tidak bisa dihilangkan dari manusia. Akan tetapi tidaklah ada penyakit melainkan akan ada obatnya, tidak pula ada racun kecuali ada penawarnya. Maka Islam mengajarkan beberapa hal yang seharusnya di lakukan oleh seorang muslim ketika kemarahan menguasai dirinya.



1. (1) Meminta perlindungan kepada Allah dari gangguan setan.

Pada saat marah setan akan membangkitkan seluruh amarah di dalam hati manusia, sehingga tanpa sadar seseorang mengucapkan perkataan-perkataan kotor yang tidak pantas untuk diucapkan. Dalam kondisi lain seseorang yang sedang dalam keadaan marah juga bisa saling membunuh satu sama lain.

وقال صلى الله عليه وسلم : إذا غضب الرجل فقال أعوذ بالله ، سكن غضبه -صحيح الجامع الصغير:695

Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jika seseorang yang marah mengucapkan; 'A'uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya."



2. (2) Berwudhu.

قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: إنَّ الغضبَ من الشيطان، وإنَّ الشيطان خُلِقَ من النارِ، وإنما تُطْفَأُ النارُ بالماء، فإذا غَضِبَ أحدُكم، فَلْيَتَوَضأْ -رواه أبو داود

Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda,”sesungguhnya marah itu dari setan,dan setan itu diciptakan dari api,sedangkan api dimatikan dengan air,maka apabila salah seorang dari kalian marah,berwudhulah.”(HR.Abu Dawud)



3. (3) Orang yang marah hendaknya diam.

Mayoritas orang akan mengungkapkan kemarahan dengan lisan, pada saat inilah dimungkinkan seorang akan mengucapkan kata-kata kufur, istihza, dan talaq. Na’udzubillah

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا غضب أحدكم فليسكت (رواه الإمام أحمد)

Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda,”jika seseorang diantara kalian marah,maka hendaknya dia diam.”(HR.Imam Ahmad)



4. (4) Mengingat pahala yang besar bagi siapa yang bisa menahan amarah.

من كظم غيظاً وهو قادر على أن ينفذه ، دعاه الله عز وجل على رؤوس الخلائق يوم القيامة حتى يخيره من الحور العين ماشاء رواه أبو داود 4777 وغيره

"Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari yang ia kehendaki."(HR.Abu Dawud)

وعن أبي الدرداء رضي الله عنه قال قال رجل لرسول الله صلى الله عليه وسلم دلني على عمل يدخلني الجنة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا تغضب ولك الجنة - رواه الطبراني

Dari Abu darda’ ra berkata, bertanya seorang lelaki kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam;tunjukkan padaku amalan yang menjadikan aku masuk surga ,bersabda Rasulullah;Janganlah kamu marah maka bagimu surga.(HR.Attabrani)



5. (5) Memahami bahwa menahan marah adalah salah satu ciri orang bertaqwa.

…والكاظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين....

" … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS Ali Imran:134)

Di ayat sebelumnya Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bersegera meminta ampunan dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, surga itu disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa. Kemudian ciri-ciri orang bertaqwa itu di sebutkan oleh Allah di ayat tersebut.

Inilah beberapa hal yang seharusnya di lakukan oleh seorang muslim ketika amarah menguasai dirinya.



Kapankah marah itu dianjurkan ?

Tidak semua api itu berbahaya dan tidak semua air itu menghanyutkan. Begitu juga tidak semua marah itu dilarang dan harus diredam, karena ada saatnya marah itu dianjurkan bahkan bisa jadi marah itu adalah sebuah keharusan.

kemarahan inilah yang dinamakan dengan marah karena Allah, marah ketika perintah-Nya dilanggar,marah ketika syari’at-Nya dipermainkan, marah ketika saudara seiman dibantai sebagai tumbal kekuasaan. Dalam keadaan inilah seseorang yang tidak menampakan kemarahannya dapat dikategorikan dalam keadaan lemah iman.

Marahlah seperti ini telah di contohkan oleh Nabi Musa alaihissalam ketika mendapati kaumnya membuat patung sapi untuk dijadikan sesembahan selain Allah.

وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَى إِلَى قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفاً قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِي أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِ قَالَ ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ وَلا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ



Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia: "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu? Dan Musapun melemparkan luh-luh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya, Harun berkata: "Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim" (al-A'raf: 150)

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kekuatan kepada kaum muslimin untuk dapat mengerjakan segala kebaikan dan meninggalkan semua kemungkaran. Wallahu ta’ala a’lam.
 
;